Selasa, 20 Nov 2018
radarmadura
 
icon featured
Features

Moh. Gunawan, Peraih Juara III Turnamen Tenis Internasional

Kamis, 08 Nov 2018 10:44 | editor : Abdul Basri

PUTRA BANGSA: Moh. Gunawan Trismuwantara membentangkan bendera Merah Putih di punggung setelah meraih medali perak di Kunming International Tennis Tournament 2018 di China beberapa waktu lalu.

PUTRA BANGSA: Moh. Gunawan Trismuwantara membentangkan bendera Merah Putih di punggung setelah meraih medali perak di Kunming International Tennis Tournament 2018 di China beberapa waktu lalu. (MOH. GUNAWAN TRISMUWANTARA FOR RadarMadura.id)

SAMPANG - Tak banyak diketahui masyarakat bahwa Sampang memiliki bibit atlet tenis putra. Masih sangat muda, namun mengantongi sejuta pengalaman turnamen tenis, baik nasional maupun internasional.

Petenis muda berbakat itu ialah Moh. Gunawan Trismuwantara. Pemuda kelahiran 9 Januari 2003 itu meraih banyak juara di lomba tenis. Mulai dari tingkat nasional hingga internasional. Prestasi yang sangat membanggakan bagi bangsa Indonesia diraihnya di ajang Kunming International Tennis Tournament di China pada 14 Oktober 2018.

Atlet muda asal Kecamatan Torjun itu menyukai olahraga tersebut sejak masih duduk di taman kanak-kanak (TK). Dukungan keluarga membuatnya semangat untuk bergabung ke KONI guna mengasah kemampuan. Tak cukup di situ, pemuda yang akrab disapa Gugun itu juga menjalani latihan di Surabaya.

Hasilnya, pada usia 11 tahu, dia meraih  juara I di turnamen tenis kategori umur (KU) 12 di Jakarta dan Kanada pada 2014. Prestasi tersebut tidak lantas membuatnya puas. Pengalaman bermain di Kanada membuat putra kedua pasangan suami istri (pasutri) Moh. Modakir dan Tutik itu terus mengasah kemampuan supaya lebih bagus dalam bermain.

Hingga pada 2015–2017, siswa SMAN 3 Sampang tersebut kembali meraih juara I KU-12 di sejumlah turnamen tingkat nasional. Yakni, turnamen tenis lapangan Bupati Cup Ngawi Tennis Open, CBR Lahat Cup V, Bone Open Tennis Bupati Cup, Bhayangkara Cup di Wonogiri, dan banyak lagi prestasi di turnamen yang digelar pihak swasta.

Puluhan piala dan medali berjejer di lemari di rumahnya. Sebagian lagi disimpan di ruang belakang. Gugun menuturkan, alasan memilih menekuni tenis bermula saat dirinya melihat pertandingan tenis di Lapangan Tenis Wijaya Kusuma.

Saat itu yang bermain ialah mantan Bupati Noer Tjahja melawan Boni Kusuma, atlet terbaik dari Kota Surabaya yang kebutulan berkeluarga di Sampang. Setelah pertandingan itu selesai dia menghampiri Boni Kusuma dan meminta untuk menjadi pelatihnya.

Permintaan tersebut disambut baik oleh Boni dan didukung Noer Tjahja. ”Sejak saat itu saya fokus berlatih ke Om Boni. Selain berlatih di Lapangan Wijaya Kusuma, terkadang saya juga berlatih di lapangan tenis Ragunan Surabaya. Baik fisik maupun teknik,” tuturnya kepada RadarMadura.id Minggu (4/11).

Tahun ini dia meraih medali emas di turnamen Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (Popwil) di Mataram, juara II Turnamen Indosat di Jogjakarta 14 Oktober, juara I Bupati Cup Sidoarjo, dan juara III di Kunming International Tennis Tournament, China.

Sebelumnya Gugun pernah mengikuti turnamen di Malaysia dan Thailand. Walau tidak mendapat juara, namun dirinya tak patah semangat. Gugun terus berlatih. Dari hasil kegigihannya, dia mampu menyabet juara tiga di China.

”Di China saya betemu dengan atlet terbaik dari 12 negara. Alhamdulillah, berhasil menyabet juara III di nomor beregu tunggal putra, kalah tipis dengan petenis putra Thailand. Saya sangat bangga bisa mengibarkan Merah Putih di sana,” tuturnya.

Meski sering bertanding, Gugun tidak pernah lupa meluangkan waktu untuk belajar. Setiap kali mengikuti event dia selalu membawa buku-buku pelajaran dan laptop. Sebab, bagi dia pendidikan tetap menjadi yang utama dan tidak boleh ditinggalkan karena hal apa pun.

”Menjadi atlet bukan hanya harus memiliki skill dan kemampuan yang tinggi. Tapi, semangat, ketekunan, kesabaran, mental, dan pengalaman juga dibutuhkan. Itu bisa didapatkan dengan belajar atau membaca buku,” ujarnya.

Dia berharap, prestasi tersebut bisa menjadi dorongan bagi atlet muda Sampang untuk lebih semangat berlatih agar bisa meraih juara. Selama ada kemauan, kata dia, tekad yang kuat dan berdoa, prestasi itu akan datang dan bisa didapatkan. ”Terpenting, kita harus tetap rendah hati, tidak sombong, dan tidak cepat puas dengan prestasi yang sudah kita dapatkan. Saya yakin banyak atlet di Sampang yang mainnya jauh lebih baik dan bagus dari saya,” katanya.

”Sekarang saya tengah mengikuti tunamen nasional mewakili Jatim di Jogja. Saya mohon doa dan dukungannya dari orang tua, keluarga, guru, teman, dan seluruh masyarakat Sampang. Semoga saya pulang dengan membawa juara,” harapnya.

Moh. Modakir mengungkapkan, bakat tenis anaknya memang sudah terlihat sejak masih belia. Tak heran, berbagai kejuaraan ajang nasional sudah disabet hingga dipercaya bermain di level internasional. ”Sebagai orang tua saya hanya bisa berdoa dan mendukung anak saya lewat telepon agar dirinya tak patah semangat dan terus berlatih untuk mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Harapan saya empat tahun yang akan datang, semoga Gugun bisa masuk Asian Games,” katanya.

Setiap Gugun ikut turnamen, hal yang paling dipesan ialah supaya menjaga kesehatan, istirahat cukup, belajar, dan jangan sampai meninggalkan salat. Dia juga meminta agar anaknya itu menjadi pribadi yang baik, tidak sombong, dan menghormati guru, teman, serta orang yang lebih tua darinya.

”Sebenarnya saya khawatir pendidikannya akan tertinggal. Tapi syukur, pihak sekolah mendukung prestasi Gugun dengan menerapkan pembelajaran online. Jadi, Gugun tetap bisa mengikuti pembelajaran,” ucapnya.

Terpisah, Kepala SMAN 3 Sampang Untung Suharto mengatakan, tahun ini pihaknya sudah menjalankan sistem pembelajaran melalui aplikasi dalam jaringan (daring) untuk memudahkan siswa yang berprestasi di luar kota agar bisa tetap mengikuti pembelajaran.

Aplikasi itu berbasis Android, sehingga bisa diakses melalui ponsel atau bisa menggunakan laptop. Siswa bisa mengakses pelajaran dan mengumpulkan tugas melalui aplikasi tersebut. Apalagi, ada guru khusus yang mengawasi dan membimbing siswa.

”Gugun tercatat sebagai siswa kelas XI. Meski sering bertanding, dia selalu mengikuti pelajaran dan mengumpulkan tugas. Tidak ada materi pelajaran yang tertinggal,” terang Untung.

(mr/luq/nal/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia