Selasa, 20 Nov 2018
radarmadura
 
icon featured
Hukum & Kriminal

Tangkap Aktor Utama Ujaran Kebencian

Kamis, 08 Nov 2018 10:25 | editor : Abdul Basri

TEGAS: Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman memberikan keterangan terkait penangkapan tersangka ujaran kebencian.

TEGAS: Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman memberikan keterangan terkait penangkapan tersangka ujaran kebencian.

SAMPANG – Satu per satu orang yang diduga terlibat kasus ujaran kebencian akhirnya diamankan Tim Opsnal Satreskrim Polres Sampang. Hasan, warga Desa Tamberu Daya, Kecamatan Sokobanah, yang diduga sebagai aktor utama terciptanya video ujaran kebencian tersebut ditangkap polisi di rumahnya sekitar pukul 00.30 dini hari Rabu (7/11).

Lelaki yang akrab disapa Hasan Ambon itu tidak melakukan perlawanan. Dia kemudian dibawa ke Polsek Sokobanah. Setelah itu, diserahkan ke Polres Sampang.

Video ujaran kebencian terhadap ulama pada pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada Sampang itu kali pertama muncul dengan durasi 2 menit 29 detik. Di dalam video itu, satu orang berambut panjang dengan kopiah putih dan berkacamata hitam mencaci maki ulama.

Sementara dua orang lainnya, satu sebagai pemegang kamera dan satu orang lainnya sesekali mendikte ucapan orang yang di video tersebut. Tiga hari setelah video itu viral di media sosial, ada video lagi yang muncul.

Video itu berisi klarifikasi atas video pertama. Di dalamnya tampak orang yang melakukan ujaran kebencian diinterogasi. Video kedua dengan durasi 2 menit 8 detik itu berisi pengakuan orang di video pertama. Orang tersebut mengaku melakukan ujaran kebencian karena disuruh Hasan.

Orang tersebut juga mengakui, sebelum membuat video tersebut dicekoki narkoba jenis sabu oleh Hasan. ”Hasan Ambon sudah kita amankan. Sedang diperiksa. Kasusnya berkaitan dengan video ujaran kebencian itu,” papar Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman.

Budi menjelaskan, penangkapan tersebut merupakan pengembangan dari penangkapan pertama terhadap pelaku lain yang sudah diamankan. Menurut dia, sudah ada empat orang yang diamankan dan diperiksa. ”Kami sedang mendalami seberapa jauh keterlibatan Hasan Ambon dalam video itu,” paparnya.

Berkaitan dugaan pemberian narkoba, pihaknya masih melakukan pendalaman. Polisi masih akan melakukan tes urine. ”Tes urine ini memang lambat, tapi pasti kami tindak lanjuti. Sedang diperiksa semuanya. Sementara kami gunakan pasal 156 tentang Ujaran Kebencian,” pungkasnya.

(mr/rus/luq/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia