Selasa, 20 Nov 2018
radarmadura
 
icon featured
Pamekasan

Kejari Mulai Panggil Penerima Raskin

Rabu, 07 Nov 2018 20:05 | editor : Abdul Basri

Kejari Mulai Panggil Penerima Raskin

PAMEKASAN – Dugaan penyelewengan bantuan sosial beras miskin (raskin) di Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, terus bergulir. Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan mulai memanggil keluarga penerima manfaat (KPM) untuk dimintai keterangan.

Nasirah, salah satu KPM Dusun Sumber Anyar mengaku menerima undangan dari Kejari Pamekasan dengan Nomor B-1618/0.5.18/Dek.3/11/2018. Surat tersebut diterima Minggu malam (4/11). Dalam surat itu disebutkan bahwa dia akan dimintai keterangan sehubungan dengan laporan tentang dugaan penyelewengan program raskin.

Surat tersebut juga mengarahkannya untuk menemui jaksa penyidik Sutriyono dan Nur Halifah. ”Saya disuruh hadir ke kejaksaan untuk dimintai keterangan. Padahal, saya tidak tahu masalahnya. Tiba-tiba ada surat pemanggilan dari kejaksaan,” katanya Selasa (6/11).

Namun, Nasirah tidak memenuhi panggilan kejaksaan. Dia beralasan, pada saat itu ada keperluan mendesak. Dengan begitu, dia tidak mengetahui secara pasti tujuan dari pemanggilannya. ”Waktu itu saya tidak bisa hadir. Tapi, katanya bukan hanya saya yang dipanggil. Warga yang pernah menerima raskin dipanggil juga,” ujarnya.

Kasi Intel Kejari Pamekasan Sutrisno membenarkan pemanggilan terhadap warga Desa Larangan Tokol. Pemanggilan terhadap KPM dilakukan sejak Senin (5/11) dan berlanjut hingga Selasa (6/11). Dia menegaskan, pemanggilan terhadap warga bukan status sebagai saksi.

Mereka dipanggil untuk memberikan klarifikasi terhadap kasus dugaan penyelewengan raskin. ”Meluruskan, sekarang bukan saksi masih diklarifikasi,” ujarnya.

Sutrisno tidak banyak memberikan keterangan. Dia mengaku sedang ada di Surabaya untuk mengikuti acara di polda. Sesuai berkas laporan yang dikirim ke kejari, jumlah KPM pada 2009–2011 sebanyak 862. Tiap KPM diberi jatah 5 kilogram beras dengan harga tebus Rp 8 ribu. (c1)

(mr/luq/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia