Jumat, 26 Apr 2019
radarmadura
icon featured
Pamekasan

Koleksi Museum Sedikit, Penempatan Amburadul

07 November 2018, 10: 30: 19 WIB | editor : Abdul Basri

TIDAK RAPI: Moh. Mahsus melihat koleksi Museum Mandilaras Pamekasan.

TIDAK RAPI: Moh. Mahsus melihat koleksi Museum Mandilaras Pamekasan. (ANIS BILLAH/RadarMadura.id)

PAMEKASAN – Museum Mandilaras dikeluhkan pengunjung. Pasalnya, koleksi yang dipajang di dalam gedung tidak tertata rapi. Selain itu, tidak ada tambahan koleksi baru di musem yang berada di Jalan Cokro Aminoto, Kelurahan Baru Rambat Kota, Kecamatan Pamekasan, itu.

Keluhan itu disampaikan Moh. Mahsus, 24, pengunjung asal Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan. Dia mengatakan, penyusunan koleksi kurang tertata sehingga terlihat amburadul. Padahal, jika ditata dengan rapi akan terlihat lebih indah.

”Banyak koleksi yang diletakkan di lantai. Penempatannya juga tidak teratur. Seharusnya benda bersejarah itu diletakkan di etalase agar lebih aman dan awet,” katanya kepada RadarMadura.id  Selasa (6/11).

Selain penempatan yang kurang tepat, koleksi yang ada di museum tidak ada penambahan. Koleksi yang dipajang masih sedikit. Hal itu akan mempengaruhi minat masyarakat untuk berkunjung ke museum. ”Belum ada tambahan koleksi baru. Padahal itu sangat penting untuk menarik masyarakat agar berkunjung. Pemerintah harus menambah koleksi baru agar museum tidak semakin sepi,” ujarnya. 

Juru Pelihara Museum Mandilaras Maulidi menyampaikan, jumlah koleksi di museum 444. Tidak semua koleksi dipajang. Sebagian disimpan karena tempatnya tidak memadai. Dia mengakui beberapa koleksi belum tertata rapi karena ruangan terlalu sempit.

”Kalau sudah tidak ada tempat lagi, diletakkan di lantai. Sebenarnya masih ada koleksi yang disimpan. Sebab, tempat untuk memajang tidak ada. Etelase juga sudah terisi semua,” ungkapnya.

Terakhir, penambahan koleksi pada 2016. Setelah itu tidak ada tambahan koleksi lagi. Benda bersejarah masih banyak di tangan masyarakat. Pihaknya sudah berusaha untuk melobi. ”Susahnya, masyarakat kurang memahami nilai cagar budaya. Mayoritas dari mereka tidak mau menyerahkan kepada pemerintah. Padahal, benda itu akan dipelihara agar terawat,” ujarnya.

Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pamekasan R Sony Budhiharto menyampaikan, perkembangan Museum Mandilaras belum signifikan. Pihaknya, bergerak sesuai standar operasional. ”Setelah direnovasi, kami mencoba menghias gedungnya dengan seni batik agar terlihat lebih menarik,” katanya. (c1)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia