Kamis, 13 Dec 2018
radarmadura
icon featured
Pamekasan

Cuaca Tak Mendukung, Budi Daya Rumput Laut Terhambat

06 November 2018, 00: 25: 59 WIB | editor : Abdul Basri

TERIK: Salamah sedang menjemur rumput laut di bibir Pantai Jumiang.

TERIK: Salamah sedang menjemur rumput laut di bibir Pantai Jumiang. (ANIS BILLAH/RadarMadura.id)

PAMEKASAN – Petani rumput lamput di Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, harus bersabar. Pasalnya, sejak beberapa bulan terakhir cuaca tidak mendukung. Dengan demikian, mereka harus menunggu hingga 40 hari agar bisa panen.

Cuaca panas membuat proses budi daya rumput laut sedikit terhambat. Petani yang biasanya panen 25 hari setelah pembibitan, kini harus menunggu lebih lama. Hal itu dilakukan untuk menghasilkan panen yang lebih bagus.

Salamah, 38, petani rumput laut, mengatakan, sejak pembibitan hingga panen, butuh waktu 40 hari. Jika cuaca normal, waktu yang dibutuhkan hanya 25 hari. ”Kalau dipanen sebelum 40 hari, hasilnya tidak bagus,” katanya Minggu (4/11).

Cuaca yang tidak mendukung membuat harga rumput laut menurun. Saat ini harganya menurun menjadi Rp 10 ribu per kilogram. Jika proses budi daya normal, harga bisa mencapai Rp 12 ribu per kilogram. ”Kalau dijual kering biasanya sepuluh ribu. Tapi, kalau dijual basah, hanya laku dua ribu per kilogram,” ungkapnya.

Jika kualitas rumput laut bagus, dalam sekali panen bisa mencapai 96 kilogram. Sebaliknya bila tidak bagus, hasil panen berkisar 65 kilogram. ”Biasanya saya jual kepada pengepul rumput laut,” ujarnya. (c1)

(mr/han/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia