Selasa, 11 Dec 2018
radarmadura
icon featured
Politik Pemerintahan
Selanjutnya Tunggu Putusan MK

Jihad Unggul Telak, Saksi Mantap Ogah Tanda Tangan

02 November 2018, 12: 39: 40 WIB | editor : Abdul Basri

Jihad Unggul Telak, Saksi Mantap Ogah Tanda Tangan

SAMPANG – KPU Sampang menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara pilkada ulang tingkat kabupaten Kamis (1/11). Sayangnya, hasil penghitungan tersebut hanya ditandatangani tim pasangan calon (paslon) Slamet Junaidi-Abdullah Hidayat (Jihad).

KPU menetapkan paslon Jihad sebagai peraih suara terbanyak Pilkada Sampang 2018. Paslon tersebut memperoleh 307.126 atau 53 persen suara. Paslon nomor urut 2 Hermanto Subaidi-Suparto (Mantap) memperoleh 245.768 atau 43 persen suara. Sementara paslon nomor urut 3 Hisan-Abdullah Mansyur (Hisbullah) meraih dukungan 24.746 atau 4 persen suara.

Ketua KPU Sampang Syamsul Mu’arif mengatakan, rapat pleno berjalan lancar dan tertib. Saksi dari masing-maisng paslon awalnya hadir semua. Di pertengahan proses penghitungan, saksi paslon nomor urut 3 meninggalkan lokasi. Dan di akhir proses rekap, saksi paslon nomor urut 2 tidak mau tanda tangan.

Menurut Syamsul, saksi paslon yang tidak mau tanda tangan tidak mengganggu keabsahan hasil rekapitulasi suara. Sesuai Pasal 44 UU Nomor 7 Tahun 2017, rapat pleno dihadiri sekurang-kurangnya anggota KPU dan disetujui sekurang-kurangnya tiga komisioner.

”Itu sudah kami bacakan dan disetujui semua komisioner, yakni lima orang. Walaupun saksi ada yang tidak tanda tangan, itu tidak berpengaruh. Tidak wajib bagi yang tidak bersedia tanda tangan,” jelasnya.

Hasil rekapitulasi suara PSU Pilkada Sampang tingkat kabupaten itu selanjutnya akan dikonsultasikan ke KPU Jatim dan KPU RI. Senin (5/11) KPU Sampang akan melaporkan hasil pemungutan suara ulang itu ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Penetapan paslon terpilih menunggu sidang MK. ”Dari MK belum diketahui kapan menggelar sidang,” ucap Syamsul.

Pihaknya mengakui, dibandingkan pada pilkada 27 Juni lalu, jumlah pemilih pada PSU lebih rendah. Target KPU RI, partisipasi pemilih di PSU Pilkada Sampang 72,5 persen. ”Persentase kehadiran pemilih di PSU kali ini 77 persen. Jadi sudah melebihi target KPU RI,” ungkapnya.

Ketua Tim Pemenangan Paslon Mantap Abd. Muhlis mengatakan, pihaknya tidak mau tanda tangan karena banyak pelanggaran. Dia mengaku sudah melaporkan dugaan pelanggaran itu ke Bawaslu.

”Dalam rapat pleno, kami ditanya menerima atau tidak hasil rekapitulasi suara. Kami menyampaikan pendapat tim Mantap. Kami menunggu pengawasan dari panwas terhadap rekap dan pelaksanaan PSU,” katanya.

”Ternyata panwas pada saat itu membaca hanya di Kecamatan Omben. Artinya, panwas tidak menjalankan pengawasan,” imbuh dia.

Pihaknya sudah memberikan contoh dugaan pelanggaran. Salah satunya di Desa Ketapang Daya TPS 3 yang surat suaranya dipakai semua. Padahal, panwas sudah mengeluarkan rekomendasi bahwa TPS 3 ada sepuluh DPT ganda. ”Panwas tidak bisa mengawasi apa yang sudah direkomendasikan,” tudingnya.

Pihaknya akan menindaklanjuti temuan kejanggalan tersebut ke MK. Pihaknya tidak menerima hasil rekapitulasi suara tingkat kabupaten karena banyak pelanggaran. Panwas dan KPU mendiamkan pelanggaran tersebut.

”Kami sudah melaporkan. Tinggal melengkapi kejadian yang tadi (rekapitulasi tingkat kabupaten, Red),” tegasnya. ”PSU ini yang membenarkan tidaknya adalah MK. Kami akan menerima apa pun keputusan MK,” tutupnya.

Ketua Bawaslu Sampang Insiyatun mengatakan, pihaknya sudah menjalankan fungsi pengawasan sebagaimana mestinya. Pihaknya juga menerima laporan dari tim paslon 2 atas temuan yang dilaporkan. ”Kami sudah memaksimalkan pengawasan dari tahapan demi tahapan,” tegasnya.

Perempuan asal Sumenep tersebut menambahkan, pihaknya tidak langsung mengambil keputusan bila ada persoalan. Pihaknya berkoordinasi dengan Bawaslu Jatim dan Bawaslu RI. ”Pengawas di tingkat desa dan kecamatan juga sudah menjalankan tugas sebagaimana mestinya,” pungkas dia. 

(mr/rul/hud/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia