Selasa, 11 Dec 2018
radarmadura
icon featured
Sportainment

Permainan Bagus Belum Cukup untuk Hadapi Lawan

30 Oktober 2018, 03: 20: 59 WIB | editor : Abdul Basri

TAK MAU MENGALAH: Salah seorang penggawa Madura FC mencoba menguasai bola yang diganggu oleh pemain Persiraja.

TAK MAU MENGALAH: Salah seorang penggawa Madura FC mencoba menguasai bola yang diganggu oleh pemain Persiraja. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/RadarMadura.id)

SUMENEP – Seluruh penggawa Madura FC sudah berada di Tangerang. Skuad berjuluk Laskar Jokotole tersebut akan melakoni pertandingan kedua babak 8 besar Liga 2 grup B menghadapi Persita Tangerang.

Pertandingan Madura FC akan digelar di Stadion Benteng Taruna, Tangerang, Rabu (31/10). Ini merupakan partai away pertama Benny Ashar dkk setelah sebelumnya menjamu Persiraja Banda Aceh akhir pekan lalu di Stadion Achmad Yani, Sumenep, Sabtu (27/10).

Madura FC memiliki catatan kurang bagus ketika melakoni partai tandang. Apalagi, tim tuan rumah memainkan nonteknis. Namun, hal itu tidak membuat penggawa Madura FC trauma. Itu justru membuat semangat para pemain kian menggebu.

Skuad besutan Salahuddin ini siap menghadapi tuan rumah, meskipun mereka tahu tuan rumah akan bermain mati-matian agar tidak malu di hadapan publik sendiri. Permainan bagus saja tidak cukup. Pemain harus menyiapkan mental dan fisik untuk mengalahkan tuan rumah.

”Kalau sudah memasuki partai tandang, saatnya kami berbicara mental dan kondisi fisik. Kami berharap seluruh pemain bisa mendapatkan mental bagus, terutama fisik yang cukup melelahkan,” ungkap Pelatih Madura FC Salahuddin.

Pelatih asal Palembang itu tahu suporter tuan rumah akan mendukung penuh timnya ketika bermain di kandang. ”Pemain harus siap menghadapi tekanan suporter tuan rumah. Makanya, mental bertanding di sini sangat penting,” imbuh Salahuddin.

Tak hanya itu, kondisi fisik seluruh pemain seharusnya sudah pulih beberapa jam sebelum pertandingan. Karena ini penting bagi taktik dan strategi yang akan diterapkan. Namun, dengan jarak antar pertandingan yang cukup mepet, tentu kondisi fisik bisa menjadi kendala.

Madura FC baru saja memainkan laga pada 27 Oktober lalu. Kemudian kembali bermain pada 31 Oktober. Artinya Benny Ashar dkk hanya memiliki waktu persiapan selama 3 hari saja.

”Kami hanya bisa recovery sehari. Setelah itu kami melakukan senam untuk mengembalikan kondisi. Baru kami terbang ke Tangerang, dan langsung persiapan. Keesokan harinya sudah harus tanding,” papar pelatih yang sudah dua musim menangani Madura FC.

Dia memang terganggu dengan jadwal yang begitu mepet. Namun itu bukan suatu alasan untuk tampil buruk. Sebab, tim lain pun juga mengalami hal yang sama. ”Yang penting kami semua harus siap apa pun kondisinya,” jelas Salahuddin. 

(mr/dam/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia