Selasa, 11 Dec 2018
radarmadura
icon featured
Sportainment

Keperkasaan PSM Terhenti di SGB

Madura Melesat ke Lima Besar

30 Oktober 2018, 00: 52: 15 WIB | editor : Abdul Basri

PUAS: Zah Rahan Krangar, Mamadou Samassa, dan Beny Wahyudi melakukan selebrasi usai membobol gawang PSM Makassar di Stadion Gelora Bangkalan

PUAS: Zah Rahan Krangar, Mamadou Samassa, dan Beny Wahyudi melakukan selebrasi usai membobol gawang PSM Makassar di Stadion Gelora Bangkalan (A.YUSRON FARISANDY/RadarMadura.id)

BANGKALAN – Tidak mudah menaklukkan PSM Makassar meski bermain tandang. Madura United butuh 40 menit untuk membobol gawang Juku Eja, julukan tim asal Sulawesi Selatan tersebut.Berkat kerja keras,tuanrumah keluar sebagai pemenang dengan skor 3-0.

Dengan hasil itu, keperkasaan pemuncak klasemen Liga 1 itu terhenti. Sebelumnya, PSM Makassar tidak pernah kalah selama sepuluh laga secara beruntun. Sebelum berhadapan dengan Madura United,PSM Makassar hanya kalah dari Bali United pada 11 Juli lalu.

Hasil itu memperpanjang catatan manis Fabiano Beltrame dkk ketika bermain di Stadion Gelora Bangkalan (SGB). Sekaligus memupus harapan tim besutan Robert Rene Alberts membawa pulang poin dari Pulau Garam.

Skor 3-0 tersebutjuga menjadikan tim besutan Gomes de Olivera mencatatkan clean sheet kedelapan. Yakni, lima di kandang dan tiga dibukukan di kandang lawan.Selanjutnya, Madura akan ditantang Bali United.

Gol pertama Madura United dicetak Mamadou Samassa pada menit ke-41. Pemain berkebangsaan Mali itu berhasil memaksimalkan assist Slamet Nurcahyo. Tanpa kontrol, Samassa langsung menyambar bola kiriman Slamet dengan kaki kanannya.

Sementara gol kedua dicetak Zah Rahan Krangar pada menit ke-85. Dia berhasil memaksimalkan bola liar setelah membentur mistar gawang tim tamu. Mamadou Samassa kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah kembali mencetak gol pada menit ke-90 memaksimalkancrossing Alfath Fathier.

Tambahan tiga poin membawa Madura United kembali masuk lima besar klasemen sementara Liga 1. Madura United mengungguli Borneo FC dan Bali United dengan total 43 poin. Meski memiliki poin sama, posisi Bhayangkara FC lebih tinggi karena unggulhead-to-head.

Kemenangan besar atas PSM Makassar Senin malam (29/10), membuat skuad Laskar Sape Kerrap memutus rentetan hasil buruk di kandang. ”Sekian lama kami tak pernah menang, akhirnya mampu meraih kemenangan di sini. Semua pemain sudah berjuang keras,” ujar Gomes de Olivera.

Dalam pertandingan tersebut, Madura United tampil luar biasa dan menekan lawan sepanjang pertandingan. Lebih dari 15 peluang emas berhasil diciptakan oleh para pemain Madura United. Sementara skuad Juku Eja hanya sesekali mendapat peluang emas.

Itu adalah pencapaian terbaik Madura United. Sebelumnya, Fachruddin Wahyudi dkk mengalahkan Persib Bandung saat berada di peringkat pertama. ”Kami katakan kepada semua pemain. Mengalahkan Persib Bandung dan PSM Makassar yang menjadi pemuncak klasemen menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi kami,” ujar Gomes.

Hal ini memang disadari oleh Pelatih PSM Makassar Robert Rene Alberts. Timnya tampil tertekan sepanjang pertandingan. Dia memuji penampilan tuan rumah. ”Diatas segalanya mereka lebih cepat dari kami, mereka terlihat lebih nyaman. Pemain terbaik adalah nomor punggung 29 (Zah Rahan Krangar) yang memainkan perannya dengan baik,” ujar pelatih asal Belanda tersebut.

(mr/dam/han/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia