Selasa, 11 Dec 2018
radarmadura
icon featured
Pamekasan

Sebut Soal SKD CPNS Terlalu Panjang

29 Oktober 2018, 10: 17: 50 WIB | editor : Abdul Basri

SELESAI REGISTRASI: Peserta tes CPNS menunggu panggilan untuk melakukan SKD di kantor BKPSDM Pamekasan.

SELESAI REGISTRASI: Peserta tes CPNS menunggu panggilan untuk melakukan SKD di kantor BKPSDM Pamekasan. (ANIS BILLAH/RadarMadura.id)

PAMEKASAN – Proses penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Pamekasan sudah memasuki tahap seleksi kompetensi dasar (SKD). Ratusan peserta sudah mengikuti SKD. Namun hingga Minggu (28/10) hanya lima peserta yang nilainya mencapai ambang batas.

Mayoritas nilai peserta SKD CPNS berada di bawah ambang batas yang ditentukan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB). Berdasarkan Peraturan Kemen PAN-RB Nomor 37 Tahun 2018, masing-masing formasi nilai ambang batasnya tidak sama.

Untuk formasi umum ada tiga penilaian. Yakni, tes karakteristik pribadi (TKP) 143, tes inteligensia umum (TIU) 80, dan tes wawasan kebangsaan (TWK) 75. Untuk formasi lainnya hanya ada dua penilaian. Yaitu TIU dan nilai kumulatif SKD.

Untuk soal tes di semua formasi sama. Yakni 100 soal yang harus dijawab tidak lebih dari 90 menit. Hal itu dikeluhkan peserta SKD. Apalagi, semua soal SKD menggunakan cerita.

”Ketika mengerjakan soal, jenuh, karena menggunakan soal cerita. Selain itu, soal panjang-panjang. Mungkin itu yang menjadi penyebab nilai di bawah ambang batas,” kata Karimullah, 28, peserta SKD asa Kelurahan Kangenan, Pamekasan.

Kasubbid Formasi dan Pengadaan Pegawai BKPSDM Pamekasan Abdul Malik menjelaskan, soal yang digunakan dalam SKD sudah disesuaikan dengan kualifikasi pendidikan di masing-masing formasi. Soal dengan sistem computer assisted test (CAT) ada tipe untuk SD, SMP, SMA, hingga D-3, S-1, dan S-2.

Soal yang diujikan lebih mendahulukan soal tipe S-1 dan S-2. Jika dua tipe tersebut selesai, dilanjutkan pada tipe soal yang lain. ”Kalau yang sarjana selesai semua, pindah ke kualifikasi pendidikan keperawatan dan yang lainnya,” kata dia. (c1)

(mr/hud/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia