Kamis, 15 Nov 2018
radarmadura
 
icon featured
Bangkalan

Pemeliharaan Suramadu Ditanggung APBN

Minggu, 28 Oct 2018 09:51 | editor : Abdul Basri

KOMPAK: Presiden Joko Widodo bersama rombongan berjalan di atas Jembatan Suramadu.

KOMPAK: Presiden Joko Widodo bersama rombongan berjalan di atas Jembatan Suramadu. (A.YUSRON FARISANDY/RadarMadura.id)

BANGKALAN – Presiden Joko Widodo mengumumkan tarif penyeberangan Jembatan Suramadu Rp 0 untuk semua jenis kendaraan Sabtu (27/10) sekitar pukul 17.00. Penggratisan jembatan yang diresmikan pada 2009 itu diharapkan bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi Madura.

Jokowi mengatakan, tarif tol Suramadu memiliki sejarah panjang. Awal 2015 ada masukan dari Ikatan Keluarga Masyarakat Madura (Ikama), ulama, kiai, dan tokoh masyarakat agar tarif motor digratiskan. Pada tahun itu juga pemerintah menyetujui.

Kemudian pada 2016 ada masukan lagi agar tarif kendaran roda empat dan seterusnya dipangkas 50 persen. Pemerintah mengabulkan. Namun, penggratisan tarif roda dua dan pemangkasan tarif roda empat dampaknya belum signifikan bagi perekonomian Madura.

”Setelah tarif tol Suramadu dipotong 50 persen, ternyata dampaknya kita lihat di lapangan belum signifikan,” ucap presiden.

Tahun ini ada masukan lagi agar tol Suramadu diubah menjadi non-tol Jembatan Suramadu. Kemudian dilakukan penghitungan biaya pembuatan, penghasilan setahun, dan biaya perawatan. Pemerintah memutuskan tarif Suramadu Rp 0.

Biaya pemeliharaan Suramadu selanjutnya ditanggung APBN. ”Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, jalan Tol Suramadu pada sore hari ini kita ubah menjadi jalan non-tol,” kata presiden di penghujung sambutannya.

Diharapkan ketimpangan kemiskinan di Jawa Timur teratasi dengan baik. Presiden menginginkan sektor pariwisata, properti, dan investasi di Madura bergerak. Dengan  begitu, terbuka lapangan kerja dengan harapan Madura semakin maju.

”Contoh tebu pernah ada. Investasi untuk penanaman tebu di Madura sudah dimulai. Tapi karena masalah biaya logistik dan biaya transportasi, pengembangan tebu tidak jadi,” katanya.

Suramadu gratis, apa pemerintah tidak rugi? Menurut presiden negara tidak menghitung untung dan rugi. Pemerintah berhitung berkaitan dengan keadilan sosial dan kesejahteraan.

Apakah penggratisan Suramadu berkaitan dengan politik? Jokowi menyatakan tidak ada unsur politik. Namun, urusan percepatan pertumbuhan ekonomi, investasi, kesejahteraan masyarakat, dan keadilan.

”Kalau kita mau urusan politik, saya gratiskan bulan Maret atau April tahun depan saja. Tapi ini urusan ekonomi, urusan investasi, urusan kesejahteraan, urusan rasa keadilan juga,” tutup presiden.

Wakil Rektor II UTM Abdul Azis Jakfar mengapresiasi pemerintah telah memberlakukan kebijakan tarif Suramadu Rp 0. Selanjutnya tugas besar berada di tangan pemerintah pusat, pemprov, dan pemkab se-Madura untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Langkah berikutnya pasca penggratisan Suramadu yakni menyiapkan infrastruktur lain. Seperti penyediaan air bersih, listrik, dan telekomunikasi. Kemudian pelebaran jalan raya pantura, pantai selatan, maupun jalur tengah mulai dari Bangkalan hingga Sumenep.

Pembuatan jalan raya baru dari Tangkel menuju Pelabuhan Tanjung Bulu Pandan, Kecamatan Klampis, Bangkalan. Pembangunan proyek pelabuhan petikemas skala internasional di Pelabuhan Tanjung Bulu Pandan. Bisa juga bangun bandara internasional di kawasan Sampang sisi utara.

Melakukan pengembangan obyek wisata religi, wisata alam, serta wisata kuliner. Jika semua infrastruktur lengkap, investor akan melirik. Juga perlu mempermudah izin sehingga para pemilik modal melakukan pengembangan industri di Madura. Seperti industri elektronika dan otomotif. UTM menawarkan produksi jagung dan garam hingga turunannya.

Dia mengungkapkan, luas lahan tersedia untuk jagung se-Madura mencapai 360.000 hektare. Lahan 1 hektare menghasilkan 6 ton jagung. Total satu kali produksi mencapai 2.160.000 ton jagung. Jika harga jagung Rp 5.000 per kilogram, sekali panen bisa menghasilkan Rp 10.800.000.000.000. Kalau setahun memproduksi dua kali, pendapatan Rp 21.600.000.000.000.

Garam idustri lahan yang tersedia 9.000 hektare. Lahan 1 hektare menghasilkan 400 ton garam. Total produksi 3.600.000 ton. Jika harga garam industri Rp 5.000 per kilogram, dana yang diperoleh mencapai Rp 18.000.000.000.000.

Aziz menambahkan, selain sebagai penghasil garam dan jagung, di Madura bisa dibangun pabrik yang menggunakan bahan dasar jagung dan garam sehingga menciptakan lapangan pekerjaan baru. Dengan begitu, pertumbuhan perekenomian meningkat. ”Potensi Madura luar biasa. Ini cuma dari jagung dan garam, hasilnya sudah segitu. Pemerintah harus hadir,” tukas dia. 

(mr/bam/hud/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia