Kamis, 24 Jan 2019
radarmadura
icon featured
Sumenep

Pengadaan PJU Rp 8,5 Miliar, Tagihan Listrik Dipastikan Bertambah

28 Oktober 2018, 07: 15: 59 WIB | editor : Abdul Basri

DIKELUHKAN: PJU di Jalan Trunojoyo Sumenep.

DIKELUHKAN: PJU di Jalan Trunojoyo Sumenep. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/RadarMadura.id)

SUMENEP – Tahun ini Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep menggunakan anggaran Rp 8,5 miliar untuk pengadaan lampu penerangan jalan umum (PJU). Diperkirakan biaya pembayaran listrik untuk PJU akan meningkat.

Sepanjang 2018, Dishub Sumenep melakukan dua kali pengadaan PJU. Pengadaan pertama dianggarkan melalui APBD murni dengan nilai Rp 4,2 miliar. Pengadaan kedua melalui perubahan anggaran keuangan (PAK) APBD 2018 senilai Rp 4,3 miliar.

Pengadaan PJU tersebut fokus di ruas jalan Sumenep–Pamekasan. Anggaran tersebut digunakan untuk sekitar 660 unit PJU. ”Selama ini banyak keluhan, jalan Sumenep–Pamekasan gelap saat malam. Karena itu, tahun ini proyek PJU diadakan untuk mengatasi keluhan tersebut,” kata Kabid Pengembangan dan Keselamatan Kerja Dishub Sumenep Edy Purwanto Sabtu (27/10).

Edy memastikan tahun depan tidak akan ada lagi pengadaan PJU. Menurut dia, dalam pengajuan APBD Sumenep 2019 dari dishub tidak ada nomenklatur pengadaan PJU. Hanya akan ada biaya perawatan PJU. Tapi, Edy mengaku tidak mengetahui berapa besaran biaya perawatan tersebut.

”Kami tidak bisa memastikan berapa biaya yang ideal untuk perawatan PJU. Sebab, biaya perawatan disesuaikan dengan jumlah kerusakan PJU yang terjadi tahun itu. Jadi, kemungkinan kondisional,” ungkapnya.

Biasanya, kata dia, kerusakan PJU banyak terjadi ketika musim penghujan. Permasalahannya pun bervariasi. Mulai dari korsleting kabel hingga lampu yang jatuh karena angin.

Pengadaan PJU tahun ini dipastikan akan menambah biaya listrik. Tahun ini rata-rata anggaran pembayaran listrik PJU di Sumenep Rp 1,5 miliar per bulan. Sebelum ditambah dengan pengadaan tahun ini, jumlah PJU di Sumenep 4.462 unit. Ditotal dengan pengadaan tahun ini, jumlah PJU di Sumenep 5.122 unit.

”Kalau ditanya berapa besaran tambahan dana pembayaran lisrtik, kami belum tahu. Yang jelas, biaya pasti bertambah karena beban listrik bertambah bersamaan dengan jumlah PJU yang semakin banyak,” pungkasnya. 

(mr/aji/hud/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia