Kamis, 15 Nov 2018
radarmadura
 
icon featured
Sportainment
Siswi Berprestasi di Cabor Silat

Sitti Faizeh Dilarang Pacaran Agar Lebih Fokus 

Kamis, 25 Oct 2018 06:15 | editor : Abdul Basri

SEMANGAT: Sitti Faizeh, siswi dengan segudang prestasi menunjukkan hadiahnya di rumahnya pada Senin (22/10).

SEMANGAT: Sitti Faizeh, siswi dengan segudang prestasi menunjukkan hadiahnya di rumahnya pada Senin (22/10). (ALI HAFIDZ S/Radarmadura.id)

JARUM jam saat itu menunjukkan pukul 11.00. Senin (22/10), Jawa Pos Radar Madura (JPRM) tiba di SMKN 1 Sumenep. Faizeh nampak agak gugup. Selain karena bertemu orang baru, ini pengalaman pertamanya berhadapan dengan wartawan.

Siswi jurusan akuntansi itu berbincang dengan JPRM di ruang Bagian Humas. Dia mulai bercerita tentang prestasinya. ”Terakhir meraih juara III lomba silat mewakili SMKN I Sumenep,” kata Faizeh memulai pembicaraan.

Dia meraih juara III kategori tanding kelas D remaja putri pada invitasi pencak silat antar pelajar yang digelar Pengkab IPSI Sumenep. Event itu digelar pada 6­–11 September 2018 di GOR Pencak Silat KONI Sumenep.

Tahun sebelumnya, Faizeh juga meraih juara III kategori tanding kelas C putri remaja dalam kompetisi pencak silat antar pelajar se-Sumenep. Kejuaraan yang diprakarsai IPSI Sumenep itu digelar pada 9–14 Maret 2017.

Faizeh juga juara III kejuaraan pencak silat perguruan silat nasional Perisai Putih pada 10–16 November 2015 di Surabaya. ”Ini se-Jawa Timur lombanya,” tuturnya. ”Keinginan saya juara satu, tapi takdir berkata lain,” katanya.

Dia menyukai olahraga pencak silat sejak ada di SMPN 1 Manding. ”Saat masuk silat satu bulan, langsung mengikuti kejuaraann nasional, tanding tiga kali langsung semifinal. Ini tingkat Jatim. Kelas tiga SMP waktu itu. Dapat juara III,” kenangnya.

Kejuaraan itu diikuti sekitar 500 peserta. Untuk tampil maksimal, butuh latihan satu bulan penuh. Berkat perjuangan yang sangat keras, dia berhasil mengalahkan lawan-lawannya dan menjadi terbaik tiga.

Setiap bertanding, Faizeh selalu merasa khawatir. Namun, karena membawa amanah dari sekolah, dia selalu berjuang keras untuk meraih yang terbaik. Dia tidak ingin membuat guru dan teman-teman di sekolah kecewa.

Selain skill, kekuatan fisik sangat dibutuhkan. Karena itu butuh latihan keras. ”Pola makan juga harus dijaga. Soalnya, pencak silat itu ada kelasnya. Misalnya, saya kelas D. Berat badan harus 50–55 kg. Kalau misalnya 55,1 kg, itu didiskualifikasi,” katanya.

Faizeh mengaku intens latihan. Biasanya dilakukan di malam dan pagi hari. Faizeh kerap latihan di atas pasir. ”Saya pengin juara 1 terus, karena belum masuk podium,” ujarnya.

Tidak hanya itu, perempuan asal Desa Manding Laok itu punya cita-cita jadi polisi wanita (polwan). Ayah Faizeh, Syamsul Arifin, 41, sangat mendukungnya. ”Saya sangat mendukung anak saya. Saya melarang dia berpacaran kalau masih sekolah karena takut nggak fokus,”  katanya kepada Radarmadura.id.

Sejak kecil, putri dari Hawati, 38, memiliki kebiasaan sebagaimana laki-laki. Permainannya seperti laki-laki. ”Masak anak saya minta sepeda motor cowok, kan aneh. Tapi, biar tambah semangat dalam belajarnya, saya turuti meski ngutang,” kata Syamsul Arifin. 

(mr/*/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia