Minggu, 18 Nov 2018
radarmadura
 
icon featured
Hukum & Kriminal
Perempuan Ini Korban Medsos Berbuah Petaka

Kenal di Facebook Berujung Pemerkosaan

Jumat, 19 Oct 2018 17:57 | editor : Abdul Basri

Kenal di Facebook Berujung Pemerkosaan

PAMEKASAN – Perempuan berinisial AZ, 18, di Kecamatan Proppo menyesali nasibnya. Gadis malang itu diperkosa temannya yang baru kenal melalui jejaring media sosial Facebook. Korban diajak jalan-jalan dan diajak ke tempat sepi di Kecamatan Omben.

Di lokasi jauh dari rumah warga pelaku yang diketahui bernama Haris, asal Desa Batuampar Barat, Kecamatan Proppo. Korban sengaja dibawa ke tempat sepi jauh dari perkampungan. Saat itulah pelaku melancarkan aksi biadabnya.

Sebelumnya, keduanya intens berkomunikasi dengannya di media sosial. Saat chatting, Haris berkali-kali mengajak Melati bertemu. Namun, ditolak dengan alasan tertentu. ”Saya selalu diajak ketemuan oleh pelaku,tapi selalu saya tolak,” ungkap dia kepada Radarmadura.id, Kamis (18/10).

Suatu ketika, Haris kembali mengajak ketemuan di Asta Batuampar. Tanpa curiga, akhirnya korban menemuinya. Lalu, dia diajak jalan-jalan ke salah satu wisata di Kecamatan Omben, Sampang.

Namun, korban justru dibawa ke perbukitan yang jauh dari pemukiman warga. Saat itulah Melati mulai curiga.

Inisial AZ meminta Haris agar tidak melewati jalan tersebut dan balik pulang. Tiba-tiba pelaku berhenti dan langsung menyeret korban ke semak-semak.

Haris memaksa korban berhubungan badan. Namun, menolak dan terus berontak. Karena fisiknya kalah kuat, akhirnya pelaku berhasil melancarkan aksi bejatnya.

”Saya pingsan, setelah siuman ternyata pakaian saya banyak darah. Tapi saat itu saya masih diantar pulang oleh pelaku ke dekat rumah,” tuturnya.

Selanjutnya, korban menceritakan kejadian tersebut kepada keluarganya. Tidak terima dengan perilaku pelaku, akhirnya keluarga korban melaporkan ke Mapolres Pamekasan, Rabu (10/10).

”Aksi pemerkosaan itu terjadi pada Selasa, 9 Oktober lalu. Kami laporkan keesokan harinya ke Mapolres Pamekasan,” kata Adim, kakak korban.

Dia mendesak polres segera menangkap pelaku. Sebab, sampai saat ini pelaku masih bebas berkeliaran. ”Kalau tidak dihukum, kemungkinan banyak kejadian serupa yang akan ditiru masyarakat. Kalau pelaku dihukum, masyarakat takut untuk melakukan hal serupa,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo menyatakan, kasus tersebut saat ini tengah ditangani satreskrim. Jika sudah memenuhi dua alat bukti, pelaku pasti akan ditangkap. ”Masih proses sidik,” ucapnya singkat.

(mr/sin/onk/fat/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia