Senin, 19 Nov 2018
radarmadura
 
icon featured
Politik Pemerintahan

Hasil Validasi DPT PSU Sampang Final, Pemilih Berkurang 36.467 Jiwa

Kamis, 18 Oct 2018 09:47 | editor : Abdul Basri

RAPAT TERBUKA: Komisioner KPU Sampang ketika memberikan pemaparan kepada tamu undangan di Aula Kantor KPU Sampang pada Selasa malam (16/10).

RAPAT TERBUKA: Komisioner KPU Sampang ketika memberikan pemaparan kepada tamu undangan di Aula Kantor KPU Sampang pada Selasa malam (16/10). (DARUL HAKIM/Radarmadura.id)

SAMPANG – Validasi daftar pemilih tetap (DPT) pemungutan suara ulang (PSU) di Sampang final. Setelah rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan, pelaksana pemilu itu menetapkan daftar pemilih tetap hasil perbaikan (DPTHP) PSU 767.032 jiwa.

Jumlah pemilih laki-laki 377.998 jiwa dan 389.034 pemilih perempuan. Sementara jumlah tempat pemungutan suara (TPS) 1.450. Data tersebut tersebar di 186 desa dan kelurahan di 14 kecamatan.

Komisioner KPU Sampang Divisi Teknis, Perencanaan dan Data Addy Imansyah  mengatakan, sebelum dilakukan perbaikan DPT, jumlah pemilih 803.499 jiwa. Jadi ada perubahan angka hingga 36.467. ”Untuk pemilih tidak memenuhi syarat (TMS) berkurang 41.487 jiwa dan pemilih baru ada tambahan 5.020,” ujarnya Selasa malam (16/10).

Penyebab data pemilih TMS bervariasi. Ada yang meninggal, pindah domisili, terdeteksi ganda identik (NIK, nama, dan tanggal lahir sama), serta tidak dikenal. ”Tidak ada yang ditutupi. Kami menggunakan open data. Kami akan terus mengurus sampai proses uji publik di tingkat kabupaten. Juga, melakukan pencermatan bersama dalam rangka mewujudkan daftar pemilih berkualitas, valid, dan logis serta bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Sesuai kesepakatan bersama dengan berbagai pihak dan tim pasangan calon (paslon), hasilnya akan dilaporkan ke MK, Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), tim paslon, dan semua stakeholder di tingkat kabupaten.

Jumlah DPT sebelumnya 803.499 jiwa dan jumlah data penduduk pemilih potensial pemilu (DP4) 662.673 jiwa. ”Sudah dikroscek ke bawah serta dilakukan validasi, baik dokumen kependudukan atau orangnya,” paparnya.

Setelah ditetapkan, pihaknya melakukan penandatanganan. Masing-masing pihak sepakat menetapkan DPTHP sesuai tahapan. Kemudian, akan melaporkan kepada pihak terkait. Pihaknya juga akan menerima masukan dan tanggapan pasca penetapan DPTHP PSU.

”Sama-sama komitmen menyukseskan PSU yang insyaallah akan dilaksanakan 27 Oktober mendatang,” tutupnya.

Ketua Bawaslu Sampang Insiyatun mengatakan, selama proses validasi DPT pihaknya ikut melakukan pengawasan dan kroscek. Saat uji publik juga sudah melakukan pencermatan. ”Meskipun sudah ditetapkan DPTHP, jika memang ada sanggahan harus ditanggapi,” ujarnya.

Perempuan asal Sumenep itu akan terus melakukan pengawasan supaya PSU berjalan dengan lancar. Pihaknya akan memaksimalkan dalam pengawasan hasil penetapan DPT, juga akan dilakukan pencermatan kembali. ”Kami terus melakukan pengawasan mulai proses menjelang PSU pasca PSU,” tegasnya.

(mr/rul/luq/fat/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia