Kamis, 15 Nov 2018
radarmadura
 
icon featured
Features

Empat Hari Pascagempa Pulau Sapudi, Sumenep

Data Korban Tumpang Tindih

Senin, 15 Oct 2018 11:17 | editor : Abdul Basri

BELUM DISALURKAN: Anggota TNI, Polri, dan relawan menurunkan logistik dari kendaraan angkut ke posko bantuan di Pulau Sapudi, Sumenep.

BELUM DISALURKAN: Anggota TNI, Polri, dan relawan menurunkan logistik dari kendaraan angkut ke posko bantuan di Pulau Sapudi, Sumenep. (MUSTAJI/Radarmadura.id)

Empat hari setelah gempa melanda, korban di Pulau Sapudi dan Raas belum menerima bantuan. Korban bertahan hidup dengan persediaan seadanya. Di antara mereka ada yang terpaksa meminjam uang untuk hidup karena tak bisa bekerja.

***

SEPERTI dialami Adiya, 60, warga Dusun Jam Busok, Desa Prambanan, Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi, Sumenep. Hingga kemarin (14/10) nenek yang memiliki tiga cucu ini mengaku bertahan dengan cara meminjam uang ke tetangga.

Dia menyampaikan belum ada bantuan logistik ataupun uang. ”Sekarang utang saya sudah Rp 700 ribu. Saya malu mau minta ke posko. Saya sempat periksa di sana dan dikasih obat,” katanya kepada Jawa Pos Radar Madura kemarin.

Bantuan logistik untuk korban gempa di Pulau Sapudi masih terkumpul di posko. Logistik tersebut berupa beras, air mineral, mi instan, biskuit, minyak goreng, susu, gula, sarden, tenda, pal bed, selimut, pakaian, kasur, snack, jarik, semen, dan uang tunai.

Pasiter Kodim 0827/Sumenep dan Bagian Logistik Kapten Inf Suratman menjelaskan, sebagian logistik masih dalam perjalanan. Dia mengaku masih ada kendala dalam distribusi bantuan.

Yaitu, sulit akses jalan menuju lokasi, sulit komunikasi, dan data korban belum valid. ”Selain jalan rusak dan data belum valid, di sini sulit sinyal telepon. Jadi komunikasi lewat apa pun sulit,” jelasnya.

Menurut dia, tidak validnya data korban disebabkan banyak pihak yang ikut mendata. Dengan demikian, data tersebut bertumpuk dan jumlahnya diperkirakan lebih banyak dari jumlah korban gempa yang sebenarnya.

”Banyak yang mendata. Dari pemerintah kecamatan, dari TNI, dan dari Tagana. Saat dicocokkan, data tidak sesuai. Kami minta data yang final,” tegas dia.

Sementara itu, Camat Gayam R Moh. Mansyur mengungkapkan, pihaknya masih melakukan pendataan korban gempa. Dia memastikan data valid akan tersedia hari ini (15/10).

”Saya maunya bantuan langsung dibagikan sekarang. Data final kami pastikan besok (hari ini, Red) sudah ada,” tandasnya.

(mr/aji/hud/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia