Kamis, 15 Nov 2018
radarmadura
 
icon featured
Rekreasi

Pengembangan Wisata Berkutat di Perencanaan

Senin, 15 Oct 2018 11:09 | editor : Abdul Basri

VISIT MADURA: Bocah berada di kawasan wisata Makam Rato Ebu, Kampung Madegan, Kelurahan Polagan, Sampang.

VISIT MADURA: Bocah berada di kawasan wisata Makam Rato Ebu, Kampung Madegan, Kelurahan Polagan, Sampang. (ZAINAL ABIDIN/Radarmadura.id)

SAMPANG – Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Sampang tampaknya belum bersungguh-sungguh menyambut program Visit Madura. Pasalnya, hingga Minggu (14/10) konsep pengembangan wisata di Kota Bahari belum jelas.

Padahal pemkab sudah memilih empat destinasi wisata di Sampang yang dimasukkan dalam program Visit Madura. Yakni, Hutan Kera Nepa di Kecamatan Banyuates, Air Terjun Toroan di Kecamatan Ketapang, Pantai Lon Malang di Kecamatan Sokobanah, dan Makam Rato Ebu di Kecamatan Kota Sampang.

Dinas yang dinakhodai Aji Waluyo itu sebenarnya telah menganggarkan Rp 1.664.545.000 untuk peningkatan pembangunan sarana dan prasarana (sarpras) di empat tempat wisata tersebut. Anggaran itu merupakan hasil musyawarah perencanaan pembangunan kecamatan (musrenbangcam) dan masuk dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2013–2018 sektor pariwisata.

Kepala Disporabudpar Sampang Aji Waluyo mengatakan, Visit Madura merupakan program jangka panjang yang melibatkan empat kabupaten di Madura. Yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Pihaknya tidak menampik hingga saat ini belum mempunyai konsep matang untuk menyambut program tersebut.

”Kami masih fokus pada perencanaan pengembangan yang ditetapkan sekretariat bersama (sekber). Sampang ditetapkan sebagai pusat sekber penyelenggaraan Visit Madura,” ucapnya kemarin. Menurut dia, kabupaten yang siap menyambut Visit Madura baru Sumenep.

Sementara tiga kabupaten yang lain, termasuk Sampang, masih konsentrasi mengembangkan infrastruktur penunjang di sejumlah lokasi wisata yang masuk Visit Madura. ”Sebelum menentukan konsep yang akan ditonjolkan dari wisata itu, ketersediaan fasilitas dan infrastruktur harus lengkap dan sesuai venu,” katanya.

Pada 2019 Sekber Visit Madura akan menyusun program kerja sama pengembangan destinasi wisata, kelender wisata, dan event wisata. Diharapkan tempat wisata bisa lebih berkembang dan menarik untuk dikunjungi.

Program Visit Madura, lanjut Aji Waluyo, bertujuan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor wisata. Juga mendorong perekonomian masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi wisata. Hanya, pihaknya masih kesulitan mencari mitra dari kalangan masyarakat untuk menjalankan program pengembangan wisata.

”Sebagian kalangan masyarakat belum setuju wisata dimasukkan ke Visit Madura. Mereka khawatir budaya setempat terpengaruh dengan budaya pengunjung sehingga peningkatan sarpras belum sepenuhnya berjalan,” urai dia.

Ketua Komisi IV DPRD Sampang Amin Arif Tirtana mengatakan, Visit Madura merupakan program terobosan pemerintah pusat yang bertujuan mengembangkan wisata di daerah. Untuk bisa menyukseskan program tersebut butuh komitmen dari pemkab dalam mengembangkan tempat wisata.

Juga perlu, dukungan semua elemen masyarakat. Sebab, program Visit Madura untuk kepentingan bersama. Dia meminta pemerintah lebih serius menyusun konsep pengembangan dan pengelolaan masing-masing lokasi wisata.

Di samping itu, aksi sadar wisata dan sapta pesona harus lebih didengungkan. Agar warga setempat memahani pengembangan wisata. ”Masyarakat sekitar sangat memengaruhi wisatawan yang datang berkunjung,” terang Amin.

Politikus PPP itu menyatakan, pemerintah harus kompak menyukseskan Visit Madura. Semua organisasi perangkat daerah (OPD) hendaknya bahu-membahu memperbaiki infrastruktur atau fasilitas umum (fasum) yang berkaitan dengan wisata.

Seperti jalan menuju tempat wisata, transportasi, tempat beristirahat, dan tempat bermain. ”Tak kalah penting keamanan dan keselamatan pengunjung harus terjamin,” pungkas Amin.

(mr/nal/hud/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia