Senin, 17 Dec 2018
radarmadura
icon featured
Politik Pemerintahan

Validasi DPT Pilkada Ulang Sampang Belum Rampung

KPU Bakal Umumkan DPT 16 Oktober

11 Oktober 2018, 13: 31: 40 WIB | editor : Abdul Basri

SERIUS: Komisioner KPU bersama PPK melaksanakan rapat di aula kantor KPU Sampang beberapa waktu lalu.

SERIUS: Komisioner KPU bersama PPK melaksanakan rapat di aula kantor KPU Sampang beberapa waktu lalu. (DARUL HAKIM/Radarmadura.id)

SAMPANG – Validasi daftar pemilih tetap (DPT) pemungutan suara ulang (PSU) pilkada Sampang dijadwalkan 26 September hingga 4 Oktober. Hingga Rabu (10/10) rencana itu belum rampung. Sebab masih dilakukan perbaikan data di tingkat panitia pemungutan suara (PPS).

Hasil validasi yang sudah dilakukan di tingkat desa hingga kecamatan belum diketahui jumlah pastinya. Sesuai amar putusan Mahkamah Konstitusi (MK), yang wajib dilakukan validasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sampang ada 380.332 pemilih.

Komisioner KPU Sampang Divisi SDM dan Parmas Miftahur Razak membenarkan bahwa saat ini pihaknya masih memperbaiki data di tingkat PPS. Setelah itu, ditindaklanjuti ke tingkat panitia pemilihan kecamatan (PPK). ”Ada uji publik juga yang dihadiri beberapa pihak. Seperti tim paslon, Bawaslu, dan KPU provinsi,” katanya, Rabu (10/10).

Razak menambahkan, ada proses panjang untuk mengetahui hasil validasi DPT yang dilakukan tim. Dengan begitu, bisa sesuai dengan amar putusan MK dan terlaksana sebagaimana mestinya. ”Sesuai jadwal, hasilnya 16 Oktober akan diumumkan,” terangnya.

Divisi Teknis Perencanaan dan Data KPU Sampang Addy Imansyah menambahkan, usai proses rekap di tingkat PPK dan PPS, ada pencermatan bersama terhadap hasil validasi yang melibatkan tim pasangan calon (paslon) di tingkat desa bersama PPS, aparat desa, dan lainnya. Proses panjang itu dilakukan guna memastikan hasil perbaikan DPT akurat, valid, dan bisa dipertanggungjawabkan. ”Pleno di tingkat PPS dilaksanakan hari ini (kemarin, Red),” imbuhnya.

Selama proses validasi DPT, lanjut Addy, banyak hal yang harus diselesaikan. Misalnya, potensi data ganda, data tidak memenuhi syarat, dan pencermatan secara keseluruhan. Bukan hanya DPT yang 380.332 pemilih, pihaknya juga melakukan validasi DPT secara keseluruhan.  ”Dari jumlah tersebut, yang lebih diprioritaskan memang jumlah 380.332 DPT,” tandasnya. 

(mr/rul/onk/fat/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia