Jumat, 19 Oct 2018
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Mahal Sekali! Disbudpar Sewakan Stan Bambu Seharga Rp 8 Juta

Kamis, 11 Oct 2018 13:22 | editor : Abdul Basri

BELUM RAMPUNG: Para pekerja masih menggarap pembuatan stan PRB di Alun-Alun Bangkalan, Rabu (10/10). 

BELUM RAMPUNG: Para pekerja masih menggarap pembuatan stan PRB di Alun-Alun Bangkalan, Rabu (10/10).  (VIVIN AGUSTIN HARTONO/Radarmadura.id)

BANGKALAN – Pada pelaksanaan Pekan Raya Bangkalan (PRB) Dinas kebudayaan dan pariwisata (disbudpar) setempat mematok harga stan tidak wajar. Buktinya stan yang terbuat dari bambu dipatok dengan biaya sewa sebesar Rp 8 juta.

 Kegiatan yang mengangkat tema Bangkalan Djaman Doeloe (Bangjalu) 2018 diikuti semua OPD. Bahkan setiap kecamatan pun harus memamerkan produk-produk atau program tempo dulu.yang digelar di Alun-Alun Bangkalan sejak 13 hingga 20 Oktober 2018.

Sementara, Kepala Disbudpar Bangkalan Lily Setiawaty Mukti mengatakan, semua OPD dan kecamatan wajib mengikuti PRB dengan tema Bangjalu 2018. Sebab, setiap instansi sudah ada anggaran untuk memperingati Hari Jadi Bangkalan. Saban instansi nantinya harus memerkan produk atau program tempo dulu.

Lily mengungkapkan, setiap instansi rata-sata menganggarkan Rp 15 juta untuk memperingkati Hari Jadi Bangkalan. Sementara sewa stan Bangjalu selama satu pekan Rp 8 juta. Sisanya bisa digunakan untuk keperluan lain untuk menyukseskan peringatan Hari Jadi Bangkalan.

Disinggung soal harga stan bambu yang mencapai Rp 8 juta, diakui untuk sewa stan itu langsung dibayarkan masing-masing instansi kepada event organizer. ”Itu kan sudah ada EO (event organizer, Red),” terangnya.

Lily menambahkan, EO dan OPD maupun kecamatan telah melakukan rapat dan disetujui nominal  besaran sewa stan. ”Kami gak ikut-ikut kalau nominal sewa stan. Karena itu sudah disepakati EO dengan semua OPD,” tutup Lily. 

(mr/bam/onk/fat/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia