Selasa, 11 Dec 2018
radarmadura
icon featured
Sampang

50 Penerima Lansia Belum Terima Bantuan Aslut

10 Oktober 2018, 15: 43: 05 WIB | editor : Abdul Basri

LENGANG: Seorang warga keluar dari Kantor Dinsos Sampang di Jalan Rajawali, Selasa (9/10).

LENGANG: Seorang warga keluar dari Kantor Dinsos Sampang di Jalan Rajawali, Selasa (9/10). (ZAINAL ABIDIN/Radarmadura.id)

SAMPANG – Bantuan asistensi sosial lanjut usia telantar (ASLUT) belum terealisasi hingga saat ini. Akibatnya, 50 orang penerima belum bisa menikmati haknya hingga saat ini. 

Dinas Sosial (Dinsos) Sampang menyebutkan, lansia di Kota Bahari yang berhak menerima bantuan itu 50 orang. Perinciannya, 25 orang di Kecamatan Pangarengan, 12 orang di Camplong, dan 13 orang di Karang Penang. Dana yang diterima Rp 1 juta per orang yang disalurkan melalui nomor rekening masing-masing. 

Kabid Bantuan Sosial dan Perlindungan Sosial Dinsos Sampang Syamsul Hidayat menyampaikan, bantuan asistensi sosial lansia telantar merupakan program yang dijalankan pemerintah pusat. Tujuannya, membantu meringankan biaya hidup lansia. 

Sasarannya, warga yang sudah berusia 70 tahun dan tidak bisa melakukan aktivitas. ”Total dana yang akan disalurkan Rp 50 juta. Sampai sekarang dana itu tidak bisa dicairkan karena belum ada informasi yang jelas dari pusat kapan pencairan dilakukan,” katanya, Selasa (9/10). 

Setiap tahun pihaknya mengajukan 200 lansia di Kota Bahari untuk mendapatkan bantuan itu. Namun, kuota didapatkan tidak pernah berubah. Jika ada salah satu warga penerima yang meninggal dunia, bantuan akan dialihkan kepada orang lain. 

”Dengan catatan, lansia tersebut sudah memenuhi kriteria sebagai penerima,” terang pria yang akrab disapa Dayat itu. 

Penentuan penerima bantuan sepenuhnya menjadi kewenangan pusat. Dinos, kata Dayat, hanya melakukan pendataan, pengajuan, pendampingan, dan pengawasan terhadap penggunaan bantuan tersebut. 

Dayat menjelaskan, bantuan dicairkan selama 10 bulan dengan dibagi menjadi tiga tahap. Pencairan tahap satu dan dua dilakukan dalam empat bulan sekali. Penerima mendapat uang Rp 400 ribu masing-masing tahapan. Khusus tahap tiga dicairkan dalam dua bulan, dana yang diterima Rp200 ribu. 

”Tahun ini pencairan bantuan itu telat dikarenakan program ASLUT akan digabung ke Program Keluarga Harapan (PKH). Sehingga, harus dilakukan verifikasi data warga penerima secara menyeluruh,” terangnya.

Terpisah, Plt Kepala Dinkes Sampang Asrul Sani menyampaikan, tahun ini pihaknya sudah menyediakan anggaran Rp 120.240.000 dalam program pelayanan kesehatan lansia. Program itu bertujuan memastikan lansia mendapatkan pelayanan paripurna.

Dengan begitu, mereka bisa menjadi lansia yang sehat, mandiri, dan produktif, serta senantiasa berperilaku sehat. ”Ada sekitar 200 lansia di Kota Bahari yang sudah tersentuh program itu. Pelayanan yang diberikan berupa screening kesehatan di Posyandu lansia setempat,” katanya.

(mr/nal/onk/fat/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia