Rabu, 17 Oct 2018
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Pasutri Pelaku Pembunuhan Sopir Taksi Online Dituntut Lima Belas Tahun

Selasa, 09 Oct 2018 14:18 | editor : Abdul Basri

TEGANG: Empat terdakwa dugaan perampokan disertai pembunuhan sopir taksi online mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Bangkalan, Senin (8/10).

TEGANG: Empat terdakwa dugaan perampokan disertai pembunuhan sopir taksi online mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Bangkalan, Senin (8/10). (BAHRUL ULUM/Radarmadura.id)

BANGKALAN – Perkara dugaan perampokan disertai pembunuhan sopir taksi online terus berlanjut. Senin (8/10), pleidoi atau pembelaan terhadap empat terdakwa sudah dibacakan di Pengadilan Negeri (PN) Bangkalan. 

Para terdakwa adalah Febry Ika Pramata, 23, warga Desa Maguan, Kecamatan Berbek, Nganjuk dan Rusdianto, 35, warga Desa Langkap, Kecamatan Burneh. Kemudian, Zainal Arifin, 33, warga Desa Jukong, Kecamatan Labang dan Dewi Agustina, 23, asal Desa Pamolokan, Kecamatan Sumenep. 

Zainal Arifin dan Dewi Agustina diketahui merupakan pasangan suami istri (pasutri). Sementara Sahwen, warga Desa Buluk Agung, Kecamatan Klampis sudah final. Sahwen yang berperan sebagai penadah divonis 1 tahun 10 bulan. 

Pada sidang agenda tuntutan Kamis (4/10), jaksa menuntut empat terdakwa berbeda-beda. Yakni, Zainal Arifin dituntut 18 tahun penjara. Dewi Agustina dituntut 16 tahun penjara. Sementara Rusdianto dan Febry Ika Pramata dituntut 15 tahun penjara.

Ahmad Saiho penasihat hukum para terdakwa dari Posbakum mengutarakan, berkas pleidoi sebanyak 5 halaman. Materi pleidoi yang dibacakan berharap majelis hakim memberikan putusan kepada terdakwa secara adil. ”Berharap putusan seadil-adilnya,” ujarnya.

Kasipidum Kejari Bangkalan Choirul Arifin mengatakan, sidang perkara dugaan perampokan disertai pembunuhan sopir taksi online dipercepat. Sebab, masa penahanan terdakwa mau habis. 

Choirul Arifin menyampaikan, Zainal Arifin tuntutannya paling tinggi. Sebab, Zainal Arifin diduga sebagai otak perampokan disertai pembunuhan. ”Dia (Zainal Arifin, Red) paling tinggi tuntutannya karena sebagai otak aksi itu,” ungkap dia. 

Selanjutnya, sidang putusan digelar pekan depan. Sidang putusan terdakwa Zainal Arifin, Dewi Agustina, dan Rusdianto digelar Senin (15/10). Sementara putusan terdakwa Febry Ika Pramata dijdwalkan Kamis (18/10). 

Untuk diketahui, Minggu pagi (26/11/2017), Ali Ghufron, 23, warga Kedinding Lor Gang Kemuning 7, Kenjeran, Surabaya, ditemukan tewas dengan kondisi leher nyaris putus di persawahan di pinggir jalan raya Dusun Kalkal, Desa Pangolangan, Kecamatan Burneh. Empat pelaku menggasak handphone, dompet, uang, dan mobil Avanza putih nopol L 1537 PT.

Empat orang yang diduga kuat sebagai pelaku adalah Febry Ika Pramata, Rusdianto, Zainal Arifin, dan Dewi Agustina. Sementara Sahwen memiliki peran sebagai penadah kendaraan hasil kejahatan.

(mr/bam/onk/fat/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia