Rabu, 17 Oct 2018
radarmadura
icon featured
Pamekasan

Razia PSK Tetap Dilakukan

Satpol PP Klaim Jumlah Menurun

Senin, 08 Oct 2018 15:42 | editor : Abdul Basri

TEGAS: Pasangan bukan suami istri diamankan satpol PP beberapa waktu lalu.

TEGAS: Pasangan bukan suami istri diamankan satpol PP beberapa waktu lalu. (DOK Radarmadura.id)

PAMEKASAN  Razia terhadap perempuan tunasusila (WTS) gencar dilakukan di Kabupaten Pamekasan. Satpol PP intens mendatangi lokasi yang diduga kerap menjadi tempat mangkal pekerja seks komersial (PSK).

Upaya menekan jumlah penyakit masyarakat itu tampaknya mulai membuahkan hasil. Satpol PP mengklaim PSK yang beroperasi di Kota Gerbang Salam semakin menurun.

Buktinya, dalam beberapa operasi oleh satpol PP, tidak ada tangkapan. ”Saat kami ke lapangan belum ada temuan PSK lagi,” kata Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Pamekasan Ainurrahman kepada Jawa Pos Radar Madur (JPRM), Minggu (7/10).

Selama ini mereka kerap memanfaatkan rumah kos dan warung untuk menggaet pria hidung belang. Namun, setelah rutin dirazia, tidak ada lagi. Mungkin mereka tidak berani beroperasi. ”Kami sering melakukan razia ke kos-kosan. Kami khawatir, ada PSK yang memanfaatkan kos-kosan ketika eksekusi,” katanya.

Kendati demikian, dirinya tidak berani memastikan bahwa PSK sudah tidak ada di Pamekasan. Sebab, untuk membongkar praktik prostitusi sangat sulit. Karena itu, razia ke tempat-tempat yang dicurigai jadi tempat mangkal-nya PSK akan terus dilakukan.

Dengan demikian, perempuan penjaja nafsu itu benar-benar hilang dari kota yang juga dijuluki kota pendidikan tersebut. ”Razia ke Pasar 17 Agustus, Bugih, rumah kos, dan sejumlah tempat lainnya pasti kami lakukan,” janjinya.

Sebelumnya memang ada beberapa PSK yang berhasil diamankan saat partroli. Ketika patroli, anggota TNI, Polri, dan petugas dinas perhubungan (dishub) juga dilibatkan.

(mr/sin/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia