Senin, 10 Dec 2018
radarmadura
 
icon featured
Pamekasan

KFI Galang Bantuan untuk Korban Gempa dan Tsunami di Sulteng

Libatkan Model agar Warga Tertarik Difoto

Senin, 08 Oct 2018 15:37 | editor : Abdul Basri

DONATUR: Anggota KFI, Minggu (7/10) memotret warga yang memberikan bantuan untuk korban bencana di Sulawesi Tengah.

DONATUR: Anggota KFI, Minggu (7/10) memotret warga yang memberikan bantuan untuk korban bencana di Sulawesi Tengah. (ANIS BILLAH/Radarmadura.id)

Berbagai cara dilakukan demi membantu korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng). Komunitas fotografer di Pamekasan memanfaatkan keahlian memotret untuk menggalang dana.

ANIS BILLAH, Pamekasan 

JARUM jam menunjukkan pukul 07.00. Area monumen Arek Lancor di pusat Kota Pamekasan dipenuhi warga yang menikmati suasana car free day, Minggu (7/10). Di sepanjang trotoar terlihat pedagang kali lima sibuk melayani pembeli. Juga, ada anak kecil asyik bermain didampingi orang tuanya.

Di tengah suasana car free day itu, sekumpulan pemuda memakai kaus hitam memegang kamera digital single lens reflex (DSLR). Mereka berkumpul di depan Museum Mandhilaras yang terletak di sisi utara monumen Arek Lancor.

Di trotoar dipajang baliho bertuliskan ”KFI Pamekasan Peduli, Pray for Donggala Palu, Sulawesi Tengah”. Beberapa wanita cantik mendekati baliho di depan museum itu. Mereka memakai busana layaknya model. Salah seorang kemudian menyapa dengan ramah wanita-wanita itu.

Sesekali ada warga berdiri di depan baliho. Sementara pemuda yang memegang kamera bersiap memotret. Setelah itu, warga tersebut diantar mengambil hasil potretan.

Mohammad Khotib, ketua umum Komunitas Fotografer Indonesia (KFI) Cabang Pamekasan menyampaikan, seratus fotografer ikut melakukan penggalangan dana untuk korban bencana di Sulteng. ”Teman-teman yang berpartisipasi di kegiatan KFI merupakan pekerja dan seni fotografi,” tuturnya.

”Dengan keahliannya, mereka memotret warga. Nah, uang yang terkumpul semuanya akan disalurkan kepada korban bencana,” sambungnya.

Khotib melanjutkan, KFI menyediakan spot foto untuk pemotretan. KFI juga mengajak beberapa model untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.  ”Kami melibatkan sekitar 15 model untuk menarik warga agar mau menyalurkan bantuan,” ucapnya.

Kegiatan tersebut sengaja dilaksanakan bersamaan dengan car free day. Sebab, pada saat itu warga sedang berkumpul di area monumen yang menggambarkan celurit tersebut. Diharapkan warga yang hadir di car free day mau menyisihkan sedikit hartanya untuk korban bencana di Sulteng.

Untuk penyaluran bantuan, Khotib mengaku sudah berkoordinasi dengan KFI yang ada di Sulteng. Berapa pun dana yang terkumpul akan langsung dikirimkan kepada korban bencana. ”Di sana juga ada KFI. Kami sudah berkoordinasi. Nanti hasilnya langsung ditransfer,” terangnya.

Khotib menjelaskan, warga yang berfoto hanya diminta minimal Rp 5 ribu untuk satu foto. Untuk tiga foto warga cukup menyiapkan Rp 10 ribu. Hasil pemotretan bisa langsung diambil saat itu juga.

”Banyak yang antusias ikut berpartisipasi. Selama empat jam dana sudah terkumpul Rp 2,7 juta. Lebih dari seratus orang sudah menyumbang untuk saudara kita yang ada di Palu dan Donggala,” tukasnya.

(mr/*/hud/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia