Rabu, 17 Oct 2018
radarmadura
icon featured
Sumenep

Pasar Ganding Digerojok Rp 5,7 Miliar

Satu Rekanan Menangkan Lelang Dua Proyek

Senin, 08 Oct 2018 15:30 | editor : Abdul Basri

LENGANG: Warga keluar dari Pasar Ganding di Kecamatan Ganding, Sumenep, kemarin.

LENGANG: Warga keluar dari Pasar Ganding di Kecamatan Ganding, Sumenep, kemarin. (IMAM S. ARIZAL/Radarmadura.id)

SUMENEP – Renovasi pasar tradisional Ganding di Kecamatan Ganding, Sumenep, menelan biaya cukup besar. Sebagaimana tertera di laman layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) Pemkab Sumenep, pasar tersebut digerojok Rp 5,7 miliar. Saat ini proyek Pasar Ganding sedang proses lelang.

Pantauan Jawa Pos Radar Madura, lelang proyek Pasar Ganding sudah masuk masa sanggah hasil lelang. Ada 17 rekanan yang mendaftar menjadi pelaksana proyek itu. Dari jumlah tersebut hanya tiga perusahaan yang mengajukan penawaran. Yakni, PT Wahyu Sejahtera Bersama menawar Rp 5.410.755.867; PT Mitra Sumekar Abadi Rp 5.586.832.706,16; dan PT Darlin Audiya Rp 5.608.559.066.

Dari tiga perusahaan tersebut, PT Mitra Sumekar Abadi ditetapkan sebagai pemenang lelang. PT Darlin Audiya dan PT Wahyu Sejahtera Bersama gagal jadi pemenang karena tenaga teknis tidak memenuhi syarat sebagaimana dipersyaratkan dalam dokumen pengadaan. Di samping itu, peralatan tidak memenuhi syarat sebagaimana dipersyaratkan dalam dokumen pengadaan. Bahkan, surat dukungan juga tidak memenuhi syarat sebagaimana dipersyaratkan dalam dokumen pengadaan.

Kabag Pembangunan Setkab Sumenep Agus Dwi Saputra mengatakan bahwa proses lelang Pasar Ganding akan berlangsung hingga pekan depan. Jika tidak ada sanggahan atas hasil lelang, pada 10 Oktober akan dilakukan penandatanganan kontrak. ”Tahapannya sudah diumumkan di LPSE,” katanya kemarin (7/10).

PT Mitra Sumekar Abadi rupanya tidak hanya memenangkan tender proyek Pasar Ganding. Sebagaimana tercatat di LPSE, perusahaan tersebut juga memenangkan tender proyek Pasar Lenteng. Saat ini Pasar Lenteng sedang proses pembangunan dengan nilai kontrak Rp 3,143 miliar.

Menurut Agus hal itu tidak masalah. Sebab, satu perusahaan diperbolehkan mengerjakan lebih dari satu proyek. Bahkan hingga lima proyek sekalipun masih diperbolehkan. ”Tidak masalah. Sampai lima paket proyek tidak masalah,” tegasnya.

Ditanya apakah tidak menghambat jalannya pembangunan? Agus memastikan bahwa sebelum ada keputusan pemenang sudah dilakukan evaluasi persyaratan. Pihak pokja tidak akan memutuskan menjadi pemenang jika rekanan tidak memenuhi syarat.

Ketua  Komisi II DPRD Sumenep Nurus Salam enggan menanggapi satu perusahaan yang memenangkan dua proyek. Menurut dia, pihak LPSE lebih tahu urusan tender proyek. Selama proses penentuan pemenang menggunakan tahapan dan persyaratan yang berlaku, menurutnya sah-sah saja.

Dia berharap pembangunan Pasar Ganding berjalan tepat waktu. Sebab, pasar tradisional itu sudah sangat ditunggu masyarakat. ”Manfaatnya yang paling penting bagi masyarakat,” katanya.

”Saya berharap agar jangan karena memenangkan dua proyek, lantas pembangunan Pasar Ganding molor. Harus tepat waktu,” tukasnya.

(mr/mam/hud/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia