Rabu, 12 Dec 2018
radarmadura
icon featured
Sumenep

Guru Kepulauan Sering Bolos, Camat Raas Sebut Sering Nambah Libur

07 Oktober 2018, 16: 33: 43 WIB | editor : Abdul Basri

BELAJAR SUNGGUH-SUNGGUH: Seorang siswa salah satu sekolah di Kecamatan/Pulau Raas belajar membaca beberapa waktu lalu.

BELAJAR SUNGGUH-SUNGGUH: Seorang siswa salah satu sekolah di Kecamatan/Pulau Raas belajar membaca beberapa waktu lalu. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/Radarmadura.id)

SUMENEP  – Kualitas pendidikan antara daratan dan kepulauan belum merata. Masalah kedisiplinan guru masih menjadi masalah kronis yang butuh penyelesaian serius. Pasalnya, hingga saat ini tenaga pendidik asal daratan yang ditugaskan di kepulauan sering bolos.

Camat Raas Darussalam mengakui buruknya kualitas pendidikan di daerah yang dipimpinnya. Bahkan, dia mengaku sudah gerah dengan hal ini. Menurut dia, buruknya kualitas pendidikan di Raas adalah akibat dari banyaknya guru yang tidak serius dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.

Hal tersebut terbukti dari seringnya guru mangkir dan tidak hadir di sekolah saat hari kerja. Kebanyakan terjadi pada guru penempatan dari luar pulau. Dari Kota Sumenep, misalnya. Biasanya kalau mereka ada di pulau satu pekan. Lalu pekan berikutnya pulang ke kota.

”Bahkan bisa bukan hanya seminggu, tapi berminggu-minggu baru kembali ke sini lagi,” ungkapnya.

Rendahnya kualitas pendidikan Pulau Kucing Busok itu juga terlihat dari jam belajar yang kurang disiplin. Misal soal jam masuk kelas yang normalnya pukul 07.00 bisa molor hingga pukul 08.00.

Selain itu, kebanyakan sekolah juga sering menambah hari libur. Walaupun masuk, kadang gurunya tidak ada. Ketika gurunya ada, muridnya yang tidak ada. ”Kadang kalau libur panjang satu minggu itu bisa nambah satu minggu lagi. Jadi liburnya dua minggu,” katanya.

Kasubbag Perencanaan Keuangan dan Barang Milik Daerah Disdik Edy Suprayitno. Edy tidak menyangkal keluhan camat Raas itu. Bahkan, diakui saat ini masih menjalankan program review sekolah. Program itu untuk mengetahui pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di sekolah negeri di Sumenep. ”Semua sekolah negeri di Sumenep yang berada di bawah naungan Disdik Sumenep akan kami review. Sampai saat ini untuk wilayah daratan tinggal empat kecamatan. Sisanya tinggal wilayah kepulauan,” terangnya. 

(mr/aji/luq/fat/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia