Senin, 17 Dec 2018
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Hasan Pesta Sabu-Sabu Digrebek Polisi! Satu Pengguna Melarikan Diri

07 Oktober 2018, 16: 03: 41 WIB | editor : Abdul Basri

KEOK: Tersangka pengguna narkoba jenis sabu-sabu diamankan di Polsek Tanjungbumi, Sabtu (6/10)

KEOK: Tersangka pengguna narkoba jenis sabu-sabu diamankan di Polsek Tanjungbumi, Sabtu (6/10) (POLRES BANGKALAN FOR Radarmadura.id)

TANJUNGBUMI – Hasan, warga Desa Tagungguh, Kecamatan Tanjungbumi berusuan dengan polisi. Pria 45 tahun itu diduga melakukan tindakan penyelahgunaan narkoba jenis sabu-sabu (SS). Tersangka berhasil diringkus saat tengah melakukan pesta sabu-sabu di rumah temannya, SMI (inisial), warga Desa Bendang Dajah, Kecamatan Tanjungbumi. Namun polisi gagal meringkus SMI. 

Diduga, kedua tersangka sudah janjian sebelumnya untuk melakukan pesta narkoba. Hasan mendatangi rumah SMI untuk mengonsumsi barang haram itu bersama-sama, Sabtu (7/10) sekitar pukul 10.30.

Aksi keduanya berhasil tercium Polres Bangkalan. Tidak lama, polisi langsung menggrebek Hasan. Namun sayangnya, tersangka SMI berhasil lolos dari sergapan polisi. Hingga Sabtu (6/10) dia menjadi buronan polisi setelah ditetapkan pada daftar pencarian orang (DPO). 

Akibat perbuatannya, tersangka diancam empat tahun hukuman penjara. Dari tangan tersangka polisi berhasil mengamankan barang bukti dua klip plastik diduga berisi SS dengan berat kotor 2,08 gram, tiga korek api, satu pipet berisi krak SS. Barang bukti lainnya berupa seperangkat alat isap SS dan sebungkus rokok warna merah maroon. 

Kasubbaghumas Polres Bangkalan Iptu Suyitno menyatakan terus melakukan pengejaran terhadap SMI agar ditangkap. Dengan begitu, bisa melakukan pengembangan penyidikan terhadap penyedia atau bandar SS. Rantai peredaran barang haram itu diharapkan bisa diusut tuntas. ”Melakukan pengejaran DPO,” katanya. 

Suyitno menambahkan, akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 112 ayat (1) Subs 127 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Hasan diancam hukuman pidana penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun. ”Tersangka sudah kami tahan,” tukasnya. 

(mr/bam/hud/fat/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia