Rabu, 12 Dec 2018
radarmadura
icon featured
Sport

48 Sapi Kerap Adu Kecepatan Berebut Tiket Piala Presiden

07 Oktober 2018, 16: 00: 36 WIB | editor : Abdul Basri

ADU KECEPATAN: Joki mengerap sapi di lintasan Stadion R. P. Moeh. Noer, Bangkalan, beberapa waktu lalu.

ADU KECEPATAN: Joki mengerap sapi di lintasan Stadion R. P. Moeh. Noer, Bangkalan, beberapa waktu lalu. (A. YUSRON FARISANDY/Radarmadura.id )

BANGKALAN – Pergelaran budaya karapan sapi tingkat kabupaten di Bangkalan dilaksanakan, Minggu (7/10). Puluhan pasang sapi kerap akan beradu kecepatan di lintasan. Stadion R. P. Moeh. Noer Bangkalan jadi venue karapan sapi tingkat kabupaten itu. 

Kabid Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bangkalan Hendra Gemma Dominan menerangkan, 48 pasang sapi kerap akan bertanding. Puluhan pasang sapi tersebut merupakan hasil seleksi di delapan kewedanaan. 

Yakni Kewedanaan Tanah Merah, Galis, Blega, Socah, Geger, Arosbaya, Sepulu, dan Bangkalan. ”Tahun ini peserta yang melaju ke tingkat kabupaten lebih banyak dari tahun sebelumnya. Sebab tahun ini ada penambahan penyelenggaraan di tingkat kewedanaan,” jelas dia, Sabtu (6/10). 

Dari 48 pasang sapi kerap yang beradu cepat, hanya enam yang akan dinyatakan sebagai pemenang. Pengerap tentu akan memberikan penampilan terbaik demi meraih juara. Selain berebut piala bupati, enam pemenang sekaligus akan menjadi wakil Bangkalan di ajang Piala Presiden. 

Dari puluhan sapi akan diambil enam pasang pemenang. Enam pasang sapi tercepat akan mewakili Bangkan ke tingkat Keresidenan. Selanjutnya, mereka akan bertanding merebut juara karapan sapi se-Madura di ajang piala Presiden. 

Bedanya karapan sapi tahun ini dengan sebelumnya tetap sama. Hanya saja ada perubahan aturan sedikit. Yakni soal durasi waktu. Tahun lalu mulai dari persiapan sampai dengan dilepaskannya sapi kerap diberi waktu 15 menit. Tahun ini peserta hanya diberi waktu 6 menit. 

 ”Pertama kali ada aturan batasan waktu. Persiapannya harus cepat karena ada 48 peserta. Ini sudah disepakati tokoh pengerap dan semua peserta,” ucapnya. 

Hendra menambahkan, jika sudah mendekati waktu 6 menit sapi kerap belum dilepas, akan ada peringatan pertama berupa hitungan mundur dari angka 10. Kemudian peringatan kedua. ”Kalau tetap tidak siap, didiskualifikasi. Untuk peraturan lainnya tetap sama. Ini perlu diperhatikan para pengerap,” imbuhnya. 

(mr/bad/hud/fat/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia