Senin, 17 Dec 2018
radarmadura
icon featured
Bangkalan

TP4D Bakal Tinjau Proyek SPAM Belasan Miliar

  Dinilai Proyek Tidak Kunjung Selesai

07 Oktober 2018, 15: 53: 26 WIB | editor : Abdul Basri

SUDAH LENGKAP: Pekerja memasang mesin pompa proyek SPAM tahap dua di Desa/Kecamatan Burneh, Bangkalan, Sabtu (6/10).

SUDAH LENGKAP: Pekerja memasang mesin pompa proyek SPAM tahap dua di Desa/Kecamatan Burneh, Bangkalan, Sabtu (6/10). (BAHRUL ULUM/Radarmadura.id)

BANGKALAN – Proyek sistem penyediaan air minum (SPAM) tahap dua seharusnya rampung, Sabtu (6/10). Namun pengerjaan proyek yang digarap PT Tirta Sarana Mulia Technology itu baru 97 persen. Sehingga, kondisi itu menjadi sorotan TP4D dan direncanakan akan segera ditinjau. 

Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) mendesak rekanan mempercepat pengerjaan proyek SPAM. Diharapkan proyek di Desa/Kecamatan Burneh, Bangkalan, itu bisa dimanfaatkan dalam waktu dekat. 

Untuk diketahui, 2018 ini BPWS menyiapkan Rp 21.500.000.000 untuk proyek SPAM tahap dua. Harga perkiraan sendiri Rp 21.479.059.000. PT Tirta Sarana Mulia Technology jadi pemenang lelang dengan nilai terkoreksi Rp 19.903.810.000. Kontrak pengerjaan sampai 6 Oktober 2018. 

Pantauan Radarmadura.id, pengerjaan pagar pengamanan, rumah genset, dan  reservoir atau tangki air telah rampung. Gedung rumah pompa dan pos satpam masih proses pengerjaan plester dinding dan pemasangan jendela. 

Pekerja masih mengerjakan pembuatan, pemerataan, dan pemadatan jalan. Mesin ultrafiltrasi sudah ada di dalam gedung dan telah dirakit. Pompa air dan mesin genset juga sudah ada di dalam gedung, tinggal merangkai. 

Seet Manager PT Tirta Sarana Mulia Technology Loni membenarkan bahwa sesuai kontrak waktu pengerjaan hingga kemarin. Namun masih ada beberapa pekerjaan tambahan dari BPWS. Yakni pembutan, pemerataan, dan pemadatan badan jalan. 

Dia mengungkapkan, pada dasarnya pengerjaan proyek SPAM tahap dua sudah rampung. Pihaknya saat ini hanya melakukan finishing dan pembersihan lokasi. Seperti melakukan plester dinding gedung di beberapa bagian rumah pompa dan pos satpam. Pemasangan jendela dan pengecatan gedung juga tengah dilakukan. 

”Mesin sudah terpasang. Merakit mesin tidak butuh waktu lama. Hitungan jam bisa selesai,” tegasnya. Dia melanjutkan, pengerjaan proyek SPAM tahap dua sudah mencapai 97 persen. Pihaknya menerjunkan 16 pekerja dan dikerjakan siang serta malam. 

Dia optimistis secepatnya proyek itu rampung. Loni menargetkan Senin (8/10) rampung 100 persen. ”Senin TPAD (tim pengawal dan pengamanan pemerintah dan pembangunan daerah, Red) mau mantau langsung. Sekalian dilakukan uji coba,” tukasnya. 

Kepala Divisi Data dan Informasi BPWS Pandit Indrawan membenarkan ada pekerjaan tambahan pembuatan badan jalan di area proyek SPAM tahap dua. Itu sesuai dengan adendum atau pekerjaan tambah-kurang. Menurutnya, rekanan hampir merampungkan pekerjaan tambahan itu. ”Itu bukan tidak selesai, cuma tinggal finishing,” katanya. 

Rekanan memiliki waktu perjanjangan selama 50 hari. Namun jika dikerjakan pada masa perpanjangan itu, setiap hari ada sanksi yang harus dibayar rekanan. Pandit meminta rekanan secepatnya merampungkan pekerjaan tersebut karena Senin dilakukan pemantauan oleh TP4D Kejari Bangkalan. 

”Kami sudah koordinasi dengan rekanan. Tinggal sedikit lagi. Secepatnya pekerjaan itu rampung,” ucap dia.

(mr/hud/bam/fat/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia