Jumat, 19 Oct 2018
radarmadura
icon featured
Sampang

Pelabuhan Tanglok Sampang Tanpa Mercusuar

Sabtu, 06 Oct 2018 16:11 | editor : Abdul Basri

RAMAI: Aktivitas bongkar muat barang di Pelabuhan Tanglok, Sampang, Jum’at (5/10).

RAMAI: Aktivitas bongkar muat barang di Pelabuhan Tanglok, Sampang, Jum’at (5/10). (ZAINAL ABIDIN/Radarmadura.id)

Pemprov Jatim Minta Pemerintah Setempat Proaktif 

SAMPANG – Nelayan di Kabupaten Sampang menginginkan pelabuhan tanglok bisa dilengkapi fasilitas rambu suar apung. Sebab, fasilitas itu dinilai sangat penting dan menunjang keselamatan nelayan. Menanggapi itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim berjanji bakal menindaklanjuti pengajuan Pemkab Sampang. 

Sujai’i, 45, nelayan asal Pulau Mandangin, Sampang, berharap pemerintah mengupayakan pemasangan rambu suar di pintu pelabuhan. Sebab menurutnya, lampu suar menyangkut keselamatan nelayan saat ingin masuk ke pelabuhan. ”Kami harap, pemasangan rambu suar bisa diupayakan supaya kapal aman ketika masuk pelabuhan,” katanya. 

Terpisah, Kepala Dishub Jatim RB Fattah Jasin, Jum’at (5/10) mengaku akan melihat berkas pengajuan dari Dishub Sampang. ”Saya baru sebulan menjabat sebagai kepala Dishub Jatim. Jadi, belum tahu banyak tentang pengajuan yang masuk. Termasuk, pengajuan dari Dishub Sampang,” katanya. 

Pihaknya mengakui jika rambu suar tersebut penting. Alat itu merupakan sarana prasarana (sarpras) atau alat navigasi pelayaran yang dapat membantu nelayan mengetahui arah posisi pintu masuk pelabuhan. Juga mengetahui adanya bahaya atau rintangan yang dapat membahayakan kapal. Misalnya, batu karang, air dangkal, dan bahaya yang lain. 

 ”Alat itu juga bisa berfungsi sebagai tanda batas wilayah negara,” ucap mantan Pj bupati Pamekasan itu kepada Radarmadura.id. 

Ditegaskan, jika pemasangan rambu suar apung di pelabuhan diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2011 tentang Sarana Bantu Navigasi Pelayaran. Peraturan itu diperkuat dengan PP Nomor 5 Tahun 2010 tentang Kenavigasian. Tujuannya, meningkatkan keselamatan nelayan saat berlayar dan menunjang efisiensi lalu lintas kapal di laut. 

”Kami belum bisa memastikan apakah pengajuan itu diterima atau tidak. Kami harap Pemkab Sampang terus berkoordinasi dengan kami,” ujarnya. 

(mr/nal/hud/fat/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia