Senin, 17 Dec 2018
radarmadura
icon featured
Sampang

Pemkab Sampang Kembangkan Wisata Alam,Daftarkan Hutan Kera Nepa ke AWJ

06 Oktober 2018, 16: 03: 19 WIB | editor : Abdul Basri

TEMPAT BERLIBUR: Pengunjung memotret kera di depan pintu gerbang wisata Hutan Kera Nepa, Desa Batioh, Kecamatan Banyuates, Sampang, Jum’at (5/10).

TEMPAT BERLIBUR: Pengunjung memotret kera di depan pintu gerbang wisata Hutan Kera Nepa, Desa Batioh, Kecamatan Banyuates, Sampang, Jum’at (5/10). (ZAINAL ABIDIN/Radarmadura.id)

SAMPANG – Kabupaten Sampang memiliki wisata alam menakjubkan yang tidak dimiliki daerah lain. Selain menyajikan keasrian alam, pengunjung juga bisa melihat ratusan bahkan ribuan kera yang masih dijaga kelestariannya. Pemerintah setempat mendaftarkan hutan kera nepa ke ajang Anugerah Wisata Jawa Timur (AWJ) 2018. 

Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Sampang mengajukan Hutan Kera Nepa ke ajang Anugerah Wisata Jawa timur (AWJ) 2018. Sebab, selama ini wisata alam di Desa Batioh, Kecamatan Banyuates, itu selalu ramai dikunjungi warga. Baik di hari biasa maupun saat momentum liburan. 

Kepala Disporabudpar Sampang Aji Waluyo mengatakan, AWJ adalah event tahunan yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Tujuannya, memotivasi daya tarik semua tempat wisata agar selalu berbenah dan bisa maju. Ajang tersebut untuk mendukung percepatan program pembangunan di sepuluh destinasi pariwisata prioritas 2018 yang dijalankan pemerintah pusat. 

Program tersebut memerlukan sinergitas lintas sektor dari sejumlah daerah penunjang kawasan wisata. Termasuk dari pemkab Sampang. Di event tersebut, Sampang bersaing dengan sejumlah daerah yang memiliki tempat-tempat wisata populer atau banyak dikenal masyarakat. Seperti, Malang, Banyuwangi, dan Kota Batu. 

Secara bergiliran instansinya mengajukan tempat wisata di Kota Bahari untuk diikutkan dalam ajang tersebut. Pada 2015 wisata Air Terjun Toroan, Kecamatan Ketapang masuk nominasi 10 besar dalam kategori daya tarik wisata alam di Jatim.

 Pada 2017, Pantai Camplong meraih penghargaan sebagai tempat wisata terbaik dalam katagori daya tarik wisata alam. Pihaknya hanya mendaftarkan tempat wisata yang siap dari semua prosedur. Misalkan, dari sarana prasarana, pengelolaan lingkungan, dan SDM pengelola. ”Wisata Hutan Kera Nepa sudah cukup baik dilihat dari infrastruktur maupun kesiapan masyarakat sekitar,” ucapnya, Kamis (5/10). 

Selama ini tempat tersebut menjadi rujukan wisatawan lokal maupun luar daerah. Instansinya terus melakukan pembangunan atau peningkatan sarana prasarana (sarpras) yang dibutuhkan. Tempat itu masuk dalam program Visit Madura. Pihaknya sudah menyiapkan anggaran Rp 1,6 miliar untuk pengembangan infrastruktur dan sarpras. 

”Semoga tahun ini Sampang bisa menang. Tahun depan kami akan mengajukan wisata Pantai Lon Malang di Kecamatan Sokobanah,” tuturnya. 

Pj Bupati Sampang Jonathan Judianto mengatakan, AWJ merupakan apresiasi Pemprov Jatim kabupaten/kota yang bisa mengelola dan mengembangkan tempat wisata dengan baik. Mulai dari wisata alam, religi, dan buatan. Sampang memiliki banyak lokasi wisata yang bagus dan menarik untuk dikembangkan. Salah satunya, Hutan Kera Nepa. 

Karena itu, pihaknya meminta disporabudpar maksimal menjalankan program pengembangan wisata. Mulai dari peningkatan sarpras, SDM pengelola hingga promosi. Dengan catatan, tetap mempertahankan budaya dan kearifan lokal. 

Kemajuan tempat wisata bukan hanya dinilai dari pesatnya pengembangan infrastruktur dan jumlah pengunjung. Namun, juga besarnya dukungan yang diberikan masyarakat sekitar. Kemajuan tempat wisata akan mendorong kemajuan daerah.

Karena itu, dirinya berharap agar program pengembangan wisata yang dijalankan bisa mendapat dukungan dari masyarakat. ”Mari kita angkat dan majukan Sampang melalui potensi wisata yang ada,” ajak Jonathan. 

(mr/luq/fat/nal/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia