Rabu, 12 Dec 2018
radarmadura
icon featured
Sampang
Diskumnaker: Biaya Ditanggung Pemerintah

Selama Tiga Tahun 63 TKI Pulang Tanpa Nyawa, Pemkab Tidak Bisa Berbuat

06 Oktober 2018, 15: 53: 44 WIB | editor : Abdul Basri

Selama Tiga Tahun 63 TKI Pulang Tanpa Nyawa, Pemkab Tidak Bisa Berbuat

KOTA – Tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Sampang yang memilih jalur ilegal terus bertambah. Padahal banyak di antara mereka yang dideportasi. Bahkan tahun ini saja, delapan TKI dipulangkan paksa karena meninggal.

Diskumnaker Sampang menyebut, TKI meninggal banyak berasal dari Kecamatan Ketapang, Sokobanah, Karang Penang, dan Robatal. Pada 2016, ada 20 TKI pulang tak bernyawa. Sementara pada 2017 meningkat menjadi 35 orang. Dengan demikian, selama tiga tahun terakhir sudah ada 63 TKI yang dipulangkan karena meninggal.

Kepala Diskumnaker Sampang Moh. Suhrowardi mengatakan, para TKI yang meninggal mayoritas akibat kecelakaan kerja. Ada pula karena sakit. Mayoritas mereka bekerja di Malaysia sebagai kuli bangunan, asisten rumah tangga, dan tukang kebun.

”Tahun ini sudah ada delapan TKI yang dipulangkan karena meninggal. Dalam pemulangan jenazah, kami bekerja sama dengan Ikatan Keluarga Madura (Ikama) dan KBRI di Malaysia. Rata-rata memang TKI ilegal,” ungkap dia, Jum’at (5/10).  

Mantan kepala DLH Sampang itu menambahkan, kabar tersebut perlu disampaikan kepada masyarakat. Supaya mereka jera ketika mendengar informasi yang kurang beruntung. Pihaknya tetap berupaya memberikan santunan kepada keluarga yang ditinggalkan.

"Kami juga menyediakan ambulans guna menjemput jenazah ke bandara untuk diantarkan ke rumah duka. Artinya, semua biaya pemulangan jenazah itu ditanggung pemerintah,” terangnya.

Suhrowardi menyebutkan, TKI meninggal banyak berasal dari Kecamatan Ketapang, Sokobanah, Karang Penang, dan Robatal. Pada 2016, ada 20 TKI pulang tak bernyawa. Pada 2017 meningkat menjadi 35 orang.

Ketua Komisi IV DPRD Sampang Amin Arif Tirtana meminta semua pihak ikut serta dalam upaya penekanan tersebut. ”Kalau hanya satu OPD yang menyuarakan kurang maksimal. Makanya, ini butuh semua pihak yang ikut serta,” katanya. (rul/onk/fat)

(mr/rul/onk/fat/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia