Senin, 10 Dec 2018
radarmadura
 
icon featured
Hukum & Kriminal

Geger! Pria Paruh Baya Tewas Tanpa Sehelai Kain

Jumat, 05 Oct 2018 13:10 | editor : Abdul Basri

CEPAT: Aparat kepolisian melakukan penyelidikan di Desa Semedangan, Kecamatan Pademawu, Rabu malam (3/10).

CEPAT: Aparat kepolisian melakukan penyelidikan di Desa Semedangan, Kecamatan Pademawu, Rabu malam (3/10). (NANANG FOR Radarmadura.id)

PAMEKASAN – Warga Desa Sumedangan, Kecamatan Pademawu Pamekasan geger, Rabu malam (3/10). Seorang laki-laki yang diketahui bernama Junaidi, 45, warga setempat ditemukan meninggal di salah satu rumah kosong milik almarhum Sunarmo sekitar pukul 23.45. Kondisi tubuh pria itu ditemukan dalam kondisi telanjang tanpa sehelai kain pun.

”Sekitar pukul 23.30 Junaidi masuk ke rumah kosong milik Sunarmo di Desa Sumedangan. Tidak lama kemudian dia meninggal di rumah tersebut,” kata Kapolsek Pademawu AKP Sudarisman, Rabu malam (3/10).

Diungkapkan, keberadaaan Junaidi di rumah tersebut kali pertama diketahui Sri Purnama Ningsih. Pada saat itu, perempuan 43 tahun tersebut mendengar suara dari rumah almarhum Sunarmo. Rumah kosong itu bersebelahan dengan rumah Sri Purnama Ningsih.

Karena penasaran, Ningsihkeluar dari rumahlewat pintu belakang. Kemudian, dia membuka pintu rumah kosong tersebut.Setelah dibuka, Ningsih melihat Junaidi dalam keadaan tanpa busana.

Karena masih tetangga, Ningsih menanyakan keberadaan Junaidi di dalam rumah kosong tersebut. ”Junaidi sempat menarik tangan Ningsih yang kemudian Junaidi langsung lemas, mendengkur, dan jatuh telentang,” ujarnya.

Ningsih kemudian langsung memberitahu suaminya, Suhartono. Mengetahui hal tersebut, Suhartono lalu menginformasikan kepada masyarakat. Warga sekitar pun berbondong-bondong menuju tempat kejadian perkara (TKP). ”Masyarakat kaget karena Junaidi meninggal di rumah kosong tersebut,”ucapnya.

Aparat kepolisian kemudian menuju lokasi. Pada saat itu aparat kepolisian langsung melakukan olah TKP. Rumah tersebut dipasang garis polisi. ”Kami sudah mencatat nama saksi-saksi dan mendokumentasi kejadian tersebut. Sri Purnama Ningsih dan Suharto sudah kami panggil sebagai saksi,” jelasnya. 

Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo memastikan Junaidi meninggal bukan karena faktor pembunuhan. Setelah dilakukan penyelidikan, tidak ada tanda-tanda kekerasan di jasad tersebut. ”Tidak ada tanda-tanda yang mengarah ke hal itu (pembunuhan),” terangnya.

Kendati demikian, Teguh belum bisa membeberkan faktor meninggalnya Junaidi. Alasan Junaidi masuk rumah itu malam-malam juga belum terungkap. ”(Jenazah) Junaidi sudah dibawa ke RS,” pungkasnya. 

(mr/sin/luq/fat/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia