Rabu, 17 Oct 2018
radarmadura
icon featured
Pamekasan

Pemprov Jatim Dorong Pengembangan Destinasi Wisata Empat Kabupaten

Jumat, 05 Oct 2018 09:30 | editor : Abdul Basri

DAYA TARIK BARU: Wisatawan menikmati keindahan bunga matahari di Desa Montok, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Kamis (4/10).

DAYA TARIK BARU: Wisatawan menikmati keindahan bunga matahari di Desa Montok, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Kamis (4/10). (PRENGKI WIRANANDA/Radarmadura.id)

PAMEKASAN – Pemprov Jatim melalui Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan menginisiasi seluruh kabupaten menggarap destinasi wisata. Muaranya, yakni pada visit Madura. Bupati se-Madura sepakat membangun pariwisata di daerah masing-masing untuk menyongsong program tersebut.

Kepala Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan Alwi Beiq mengatakan, visit Madura itu berawal dari visit Sumenep. Pemprov merasa eman jika hanya Kota Sumekar yang dikunjungi wisatawan. Sementara jika hendak berkunjung ke kota keris itu melalui jalur darat, tiga kabupaten lain dilalui.

Dengan demikian, diharapkan wisatawan mengunjungi seluruh kabupaten di Madura. Pemprov Jatim melalui bakorwil menginisiasi mengumpulkan seluruh bupati se-Madura. Seluruh potensi di tiap daerah sepakat untuk dikembangkan menyongsong visit Madura.

Hasil pantauan sampai sekarang, yang paling siap menyambut visit Madura itu Sumenep. Sementara tiga kabupaten lain masih dalam tahap pengembangan. Diharapkan, dalam waktu dekat seluruh kabupaten siap.

Alwi menyampaikan, visit Madura berpotensi mengembangkan perekonomian masyarakat. Semakin banyak wisatawan yang berkunjung, roda perputaran ekonomi akan semakin baik. Pembangunan juga dipastikan meningkat.

Pemprov Jatim memasrahkan teknis pengembangan kepada masing-masing kabupaten melalui organisasi perangkat daerah (OPD) yang menangani pariwisata. Pemerintah provinsi tidak memberikan suntikan dana. Mantan Sekkab Pamekasan itu mengatakan, pasca pembangunan fisik rampung, visit Madura bisa diluncurkan. Kemudian, kepala daerah di tiap kabupaten bakal dikumpulkan untuk menyusun agenda wisata bersama.

Harapannya, ada kegiatan berkesinambungan antarkabupaten. Dengan demikian, wisatawan yang berkunjung bisa menikmati sajian di tiap kabupaten. ”Jadi tidak hanya mengunjungi Sumenep atau Pamekasan, empat kabupaten sekaligus dikunjungi,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pamekasan Achmad Sjaifudin mengaku siap menyongsong visit Madura. Sejumlah objek wisata dibenahi. Di antaranya, Pantai Jumiang dan Pantai Talang Siring.

Kemudian, ada beberapa destinasi baru seperti taneyan lanjang, wisata mangrove, dan wisata budaya digarap. Pemerintah juga menggandeng badan usaha milik desa (BUMDes) untuk menggarap pariwisata. Semakin banyak destinasi yang ditawarkan, pengunjung juga semakin membeludak. Wisatawan cenderung bosan jika yang ditawarkan hanya satu jenis destinasi wisata. ”Kami tawarkan pantai, alam, dan budaya,” ucapnya.

Mengenai anggaran, diakui memang mengandalkan APBD Pamekasan. Tidak ada suntikan dari Pemprov Jatim maupun pemerintah pusat. Bahkan, investor juga belum ada. Meski demikian, dia optimistis pengembangan wisata optimal.

Achmad mengatakan, Pemkab Pamekasan menggenjot pengembangan sektor pariwisata. Sebab, manfaatnya sangat tinggi. Di antaranya, bermanfaat bagi peningkatan pembangunan dan perekonomian masyarakat. ”Kami genjot pengembangan pariwisata,” tandasnya.

Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Muhammad Sahur mendorong percepatan pembangunan pariwisata. Diharapkan, pembangunan fisik dikerjakan secara optimal. Tujuannya, agar wisatawan terkesan saat berkunjung ke Kota Gerbang Salam. ”Pembangunan pariwisata memang harus digenjot,” pungkasnya. 

(mr/pen/luq/fat/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia