Jumat, 19 Oct 2018
radarmadura
icon featured
Features

Aksi Solidaritas Warga NU untuk Korban Tsunami Palu dan Donggala

Kamis, 04 Oct 2018 12:31 | editor : Abdul Basri

PEDULI: Relawan dari NU menggalang dana di perempatan Kota Sumenep, Rabu (3/10).

PEDULI: Relawan dari NU menggalang dana di perempatan Kota Sumenep, Rabu (3/10). (IMAM S. ARIZAL/Radarmadura.id)

SUMENEP - Aksi solidaritas untuk korban gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah terus mengalir. Setelah aktivis mahasiswa turun jalan, kini giliran badan otonom (banom) dan lembaga Nahdlatul Ulama (NU) Sumenep yang menggalang dana. Mereka menyebar di berbagai titik perempatan Kota Sumenep.

Bencana gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala menjadi duka seluruh masyarakat Indonesia. Derita masyarakat di wilayah Sulawesi Tengah itu turut juga dirasakan seluruh warga di negeri ini. Apalagi korban dari bencana alam tersebut sudah tembus di angka 1.400 orang lebih.

Itu pula yang menjadi alasan keluarga besar NU Sumenep menggelar aksi solidaritas kemanusiaan untuk Palu dan Donggala, Rabu (3/10). Dalam penggalangan dana, NU melibatkan sejumlah badan otonom (banom) dan lembaga. IPNU, IPPNU, PMII, Laziznu, dan lembaga NU lainnya turut serta dalam aksi tersebut.

Aksi solidaritas ini dimulai sekitar pukul 09.30. Sebelum menyebar ke sejumlah titik perempatan jalan, mereka terlebih dahulu berkumpul di depan Masjid Jamik Sumenep. Di depan masjid terbesar di Kota Keris ini, mereka menggelar konfrensi pers.

”Ini sekaligus tanda dibukanya posko kemanusiaan untuk Palu dan Donggala,” kata Ketua Laziznu Sumenep Abdul Hadi.

Selepas seremoni pembukaan posko, mereka menyebar ke sejumlah perempatan jalan kota. Ada yang menggalang dana di perempatan monumen pusat Kota Sumenep atau sebelah utara Taman Bunga. Ada pula yang melakukan aksi solidaritas di perempatan Jalan Raya Trunujoyo.

Di perempatan tersebut, relawan mendatangi satu per satu pengendara. Meski ada yang tidak berdonasi, tetapi mereka tetap menatapnya dengan ramah. Terik matahari dan keringat bercucuran tak membuat para relawan patah semangat.

Aksi ini pun mendapat tanggapan positif dari pengendara. Matnawi, salah seorang warga yang melintas di Jalan Diponegoro mengapresiasi penggalangan dana itu. Menurutnya, menggalang dana untuk warga yang tertimpa musibah akan mendapatkan pahala.

”Kami senang bila ada anak-anak muda yang memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Terutama bagi warga yang tertimpa musibah bencana gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Mahendra. Saat melintas di monumen pusat kota Sumenep, dia mengacungkan jempol untuk para relawan. Seniman ini memberikan donasi. ”Saya sudah ngasih donasi barusan,” katanya kepada Radarmadura.id.

Aksi solidaritas dari keluarga besar NU Sumenep ini akan digelar hingga 10 Oktober mendatang. Menurut Hadi, aksi ini tidak hanya fokus pada penggalangan dana. Berdasarkan informasi dari PP Laziznu bahwa warga Palu dan Donggala yang menjadi korban bencana alam tidak hanya membutuhkan uang.

”Selain dana, masyarakat di Palu dan Donggala juga membutuhkan makanan instan, mie, beras, dan lain sebagainaya,” jelas Hadi. ”Para balita juga membutuhkan pakaian layak pakai, selimut dan pampers dan kebutuhan lainnya,” tegasnya.

Karena itu, posko solidaritas NU Sumenep juga menerima sumbangan berupa pakaian bekas laik pakai, makanan instan, dan kebutuhan balita. Mereka juga menerima donasi melalui rekening 009501020172539 (BRI) dan 7099240835 (Bank Mandiri Syariah).

”Hasilnya akan kami serahkan ke PCNU. Nanti PCNU akan menyerahkan ke PWNU Jatim untuk selanjutnya didistribusikan ke Palu dan Donggala,” paparnya. ”Ada beberapa tim dari PWNU Jatim yang berangkat ke Palu dan Donggala untuk mengetahui secara pasti kira-kira apa kebutuhan riil yang dibutuhkan para korban di sana,” tukasnya.

(mr/mam/luq/fat/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia