Rabu, 17 Oct 2018
radarmadura
icon featured
Features

Cara Gusdurian-Mahasiswa Bantu Korban Tsunami Palu dan Donggala

Ajak Pengguna Jalan Salurkan Donasi

Selasa, 02 Oct 2018 16:48 | editor : Abdul Basri

PEDULI: Pengendara menyalurkan donasi kemanusiaan untuk korban gempa-tsunami di Palu dan Donggala melalui Gusdurian di perempatan monumen pusat Kota Sumenep.

PEDULI: Pengendara menyalurkan donasi kemanusiaan untuk korban gempa-tsunami di Palu dan Donggala melalui Gusdurian di perempatan monumen pusat Kota Sumenep. (IMAM S. ARIZAL/radarmadura.id)

BENCANA alam terus melanda sejumlah daerah di negeri ini. Terbaru, gempa dan tsunami terjadi di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), dengan korban jiwa seribu lebih. Keprihatinan atas bencana ini muncul dari berbagai daerah, termasuk di Madura.

 Jarum jam baru saja bergeser ke titik 11.17 siang Senin (1/10). Sayup-sayup suara azan duhur terdengar dari menara Masjid Jamik, Kota Sumenep. Tak jauh dari masjid, enam aktivis Gusdurian melakukan aksi penggalangan dana kemanusiaan untuk korban gempa-tsunami Donggala dan Palu, Sulteng.

Mereka menggalang dana di perempatan monumen pusat Kota Sumenep. Aktivis dari berbagai kampus di Kota Keris itu berdiri di empat sudut berbeda. Meski matahari cukup terik, semangat untuk menggalang donasi tak pudar sedikit pun.

KERJA KEMANUSIAAN: Aktivis HMI menggalang dana di kawasan Arek Lancor Pamekasan

KERJA KEMANUSIAAN: Aktivis HMI menggalang dana di kawasan Arek Lancor Pamekasan (IMAM S. ARIZAL/radarmadura.id)

”Mari Pak, mari Bu, berdonasi untuk korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala,” ujar salah seorang relawan saat meminta donasi kepada pengendara di jalan raya.

Ketika lampu lalu lintas di perempatan kota bergeser ke warna hijau, mereka menepi. Mencari pohon rindang untuk berteduh sejenak. Ketika lampu berganti merah, mereka kembali mendatangi satu per satu pengendara untuk meminta donasi kemanusiaan.

Ada pengendara yang antusias membantu. Ketika melihat tulisan ”Aksi Kemanusiaan Gusdurian Sumenep untuk Palu dan Donggala” di kardus yang dibawa para aktivis, para pengendara langsung mengambil uang untuk donasi.

Ada yang pecahan Rp 2 ribu hingga Rp 50 ribu. Tapi, ada pula yang menyumbang dengan uang receh. Semua donasi itu diterima dengan senyum hangat.

Tetapi, tak jarang pula pengguna jalan raya yang cuek terhadap aksi penggalangan dana ini. Jangankan mengeluarkan donasi, melepas senyum untuk aktivis Gusdurian pun enggan. Meski demikian, para aktivis tetap membalas dengan senyuman.

Koordinator Gusdurian Sumenep Zainullah mengatakan bahwa kemarin pihaknya menggalang dana sejak pukul 09.00. Mereka berada di perempatan kota selama tiga jam. Selama sekitar tiga jam melakukan penggalangan, dana yang terkumpul mencapai Rp 1.580.200.

”Besok (hari ini, Red) kami akan kembali melakukan penggalangan,” katanya. ”Informasinya, ada dari komunitas lintas iman yang juga akan bergabung besok,” tegasnya.

Penggalangan dana ini memiliki dua makna sekaligus. Yang pertama bahwa Gusdurian berjuang untuk kemanusiaan. Kedua, sebagai bukti bahwa Gusdurian tidak terlibat dalam politik praktis.

”Sebagaimana pernah diungkapkan Gus Dur bahwa yang lebih penting dari politik adalah kemanusiaan,” jelas pengurus IPNU Cabang Sumenep tersebut.

Zainullah menambahkan bahwa pihaknya tidak hanya menerima sumbangan berupa uang. Pakaian bekas juga bisa diterima. Sebab, saat ini banyak korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala.

”Gerakan kami serentak se-Indonesia. Kami menyalurkannya melalui koordinator nasional Gusdurian. Posko pusat penggalangan donasi ini berkantor di gedung PBNU Jakarta,” tukasnya.

Penggalangan dana untuk korban gempa-tsunami di Palu dan Donggal juga dilakukan sejumlah organisasi kemahasiswaan di Pamekasan kemarin. Penggalangan dana di Bumi Gerbang Salam dilakukan di kawasan Arek Lancor, perempatan jalan, dan simpang tiga Jembatan Gurem.

Aktivis organisasi kemahasiswaan menyerukan solidaritas untuk korban gempa dan tsunami. Mereka mengetuk hati pengendara untuk membantu dan peduli terhadap korban bencana alam tersebut.

Puluhan mahasiswa membawa kardus bertulis Peduli Palu dan Donggala. Pengendara yang peduli dengan aksi solidaritas tersebut melemparkan uang ke dalam kardus yang dibawa mahasiswa.

Mahasiswa yang menggalang dana di antaranya aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Dua organisasi tersebut akan terus melakukan penggelangan dana hingga sepekan ke depan.

Abdul Halim, aktivis HMI Unira, menyampaikan, aksi penggalangan dana tersebut digelar sebagai bentuk kepedulian kepada korban bencana alam di Palu dan Donggala. Mereka saat ini sangat membutuhkan bantuan.

”Kami mengajak masyarakat membantu mereka. Mereka saudara kita. Penderitaan mereka adalah penderitaan kita juga,” ucapnya.

Pernyataan serupa disampaikan Zain Permana, aktivis PMII. Dia bersama sahabat-sahabatnya akan terus menggalang dana. ”Akan kami berikan kepada korban bencana alam. Semoga bantuan kami bermanfaat bagi mereka,” tutur dia.

(mr/sin/hud/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia