Senin, 17 Dec 2018
radarmadura
icon featured
Pamekasan

Sandi Gelorakan Semangat Entrepreneur

01 Oktober 2018, 12: 53: 02 WIB | editor : Abdul Basri

AKRAB: Dewan A’wan Ponpes Muba RKH M. Tohir Abd. Hamid (kiri) memberikan kenang-kenangan kepada Sandiaga Salahudin Uno.

AKRAB: Dewan A’wan Ponpes Muba RKH M. Tohir Abd. Hamid (kiri) memberikan kenang-kenangan kepada Sandiaga Salahudin Uno. (MOH. ALI MUHSIN/radarmadura.id)

PAMEKASAN – Calon Wakil Presiden (Capres) Sandiaga Salahudin Uno mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaul Ulum Bata-Bata (Muba) Pamekasan Minggu (30/9). Dia bersilaturahmi dengan Pengasuh Ponpes Muba RKH. Abd. Hamid, Dewan A’wan Ponpes Muba RKH. M. Tohir Abd. Hamid, dan sejumlah  kiai serta keluarga besar Ponpes Muba.

Saat  tiba di Ponpes Muba, ribuan alumni hadir, merangsek, dan mendekati Sandi –panggilan Sandiaga Salahudin Uno– untuk swafoto. Takbir dan doa agar Sandi sukses menjadi wakil presiden diucapkan mereka.

Dalam kunjungan tersebut, Sandi memberikan motivasi entrepreneur kepada puluhan ribu santri Muba di aula pesantren. Sebelum memberikan motivasi, Sandi terlebih dahulu melaksanakan salat Duhur berjamaah di musala bersama santri dan alumni.

BERI SEMANGAT: Sandiaga Salahudin Uno memotivasi santri Ponpes Muba.

BERI SEMANGAT: Sandiaga Salahudin Uno memotivasi santri Ponpes Muba.

Di depan ribuan santri, Sandi mengajak menumbuhkan jiwa entrepreneurship atau kewirausahaan. Menurut dia, sudah saatnya santri semangat menjadi pengusaha dan niat keras menciptakan lapangan kerja.

”Pesan saya, good is not enough, why not be the best so be the best. Bagus saja tidak cukup. Harus menjadi yang terbaik, maka jadilah yang terbaik,” kata Sandi disambut tepuk tangan ribuan santri.

Pola pikir pemuda dan santri harus diubah. Setelah lulus pendidikan, jangan memiliki keinginan untuk mencari pekerjaan. Tapi, bagaimana bisa menciptakan lapangan pekerjaan. Untuk mewujudkan itu, menurut dia bergantung pada kemauan dan tekad.

Meski gagal sekalipun, jangan dijadikan kendala untuk berhenti berikhtiar. ”Kalau kita siap maju, maka juga harus siap gagal terlebih dahulu. Orang yang sukses melihat kegagalan sebagai awal atau pintu kesuksesan,” ucapnya.

Sandi mengingatkan, santri tidak boleh menjadi tamu di negerinya sendiri. Santri harus tampil sebagai wirausahawan. Jika tidak, maka tidak akan mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

”Ekonomi Indonesia akan tumbuh dan menjadi ekonomi besar di 2030. Tapi kalau kita tidak mengambil kesempatan menjadi pemain atau berwirausaha, kita akhirnya akan menjadi penonton di rumah sendiri,” uranya.

Pada kesempatan tersebut, Sandi dinobatkan atau diberi gelar sebagai Sahabat Ponpes Muba. Penobatan itu ditandai dengan pemberian plakat oleh Dewan A’wan Ponpes Muba RKH. M. Tohir Abd. Hamid.

Kiai muda yang akrab disapa Ra Tohir itu sependapat dengan gagasan Sandi berkenaan dengan entrepreneurship. Menurut dia, kekuatan ekonomi perlu digalakkan oleh umat Islam dan bangsa. ”Islam mengajarkan kita untuk memerangi kemiskinan dan kebodohan,” tegasnya.

Untuk diketahui, sebelum mengunjungi Ponpes Muba di Pamekasan, Sandi bekunjung ke Sumenep. Di antaranya ke Ponpes Al-Amien Prenduan dan menemui ribuan warga di Graha Adi Poday, Kota Sumenep.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu bersepeda sejauh 1 km bersama komunitas sepeda. Pada kesempatan tersebut Sandi berdoa bersama untuk saudara-saudara Donggala dan Palu yang tertimpa musibah gempa bumi dan tsunami.

”Semoga yang gugur diterima oleh Allah. Saatnya kita mempersatukan diri sebagai bangsa. Merekatkan kembali anyaman kebangsaan. Semoga ada hikmah di balik musibah ini,” ucap Sandi.

Sandi berpesan kepada masyarakat untuk terus menciptakan kampanye sejuk dan tidak memecah belah. ”Ayo kita berpelukan, ciptakan kampanye sejuk,” ajaknya.

(mr/sin/hud/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia