Rabu, 17 Oct 2018
radarmadura
icon featured
Features

Bagi Guru SLB, Mengajar Merupakan Panggilan Jiwa

Telaten dan Sabar Jadi Modal Utama

Minggu, 30 Sep 2018 17:27 | editor : Abdul Basri

KEAHLIAN KHUSUS: Guru mengajar murid SLB Negeri Sampang.

KEAHLIAN KHUSUS: Guru mengajar murid SLB Negeri Sampang. (DARUL HAKIM/radarmadura.id)

SAMPANG - Tugas utama guru mengajar. Dalam mengajar tidak harus sama. Apalagi mengajar siswa di sekolah luar biasa (SLB). Butuh ketelatenan dan kesabaran ekstra mengajar anak berkebutuhan khusus.

Kiranya benar guru merupakan pahlawan tanpa tanda jasa. Terutama guru yang mengajar di SLB yang peserta didiknya memiliki kebutuhan khusus. Mengajar mereka butuh ketelatenan dan kesabaran.

Itu diakui Tutik Prijani, tenaga pendidik di SLB Negeri Sampang. Dia menuturkan, dalam mengajar yang diutamakan kesabaran dan ketelatenan. ”Mengajar di SLB harus all-out,” katanya kepada Jawa Pos Radar Madura Sabtu (29/9).

Perempuan 54 tahun itu mengungkapkan, guru SLB harus menguasai semua ketunaan. Baik tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, tunalaras, autis, mapun tunaganda. Tutik sendiri merupakan guru bidang tunanetra. Tapi bidang lain tidak dia kesampingkan.

Guru yang mengajar sejak 32 tahun lalu itu menjelaskan, pembelajaran siswa SLB Individualized Education Program (IEP). Sebab kemampuan masing-masing anak tidak sama sehingga ada penanganan khusus.

Misalnya pembelajaran terhadap anak tunanetra. Awal masuk sekolah, sedikit demi sedikit, memberikan pengenalan kepada diri sendiri dan lingkungan sekitar. Mulai dari organ tubuh, orientasi kelas, posisi dia berdiri, hingga pengenalan kursi.

”Untuk potensi anak berkebutuhan khusus sangat sulit. Yang dibutuhkan guru, itu tadi, ketelatenan dan kesabaran,” ujarnya.

Dia mencontohkan metode penulisan positif dan negatif. Karena penulisan negatif, hasil tulisan dibaca terbalik. Metode bacanya dengan meraba tulisan. Posisi titik harus diketahui. Alat tulis yang digunakan reglete dan stylus.

”Alat tulis bagi anak tunanetra tidak pernah kehabisan tinta. Cara menulis dan membaca main perasaan,” jelasnya. ”Main perasaan, bukan mempermainkan perasaan. Perasaan digunakan semaksimal mungkin, seperti konsentrasi,” kelakarnya.

”Membaca menggunakan dua jari. Yakni jari telunjuk. Jari yang lain mengikuti dan menelusuri,” ucap perempuan asal Surabaya yang sudah dikaruniai tiga buah hati itu.

Ada program khusus di SLB. Sesuai kekhususan masing-masing anak. Bagi anak tunanetra ada orientasi mobilitas, interaksi sosial, dan komunikasi (OMSK). Khusus tunarungu, ada pengembangan komunikasi persepsi bunyi dan irama (PKPBI). Bagi anak tunagrahita, ada program bina diri, yakni cara merawat diri. ”Jadi ada pelajaran tersendiri,” tegasnya.

Tutik mengaku, selama puluhan tahun mengajar anak SLB, selain kesabaran dan ketelatenan, sangat penting membangun chemistry murid dan guru. Dengan demikian, ada ikatan batin. ”Menciptakan suasana damai dan dirindukan murid,” ucapnya.

”Kami diberi kekuatan oleh Allah. Kami mencari barokah. Kami tidak merasa jenuh. Mereka anak-anak istimewa. Mengajar mereka adalah panggilan jiwa,” tutupnya.

Citra Rizky Ratna Putri, guru honorer yang mengajar sejak tiga bulan lalu di SLB Negeri Sampang menimpali, antara teori dan kenyataan kadang berbeda. Saat kuliah, praktik mengajar anak berbeda dengan mengajar langsung. Perempuan berkacamata itu mengaku senang bisa mengajar anak SLB.

Misalnya, kata lulusan Universitas Negeri Malang itu, dalam memberikan materi pelajaran cara menyampaikannya berbeda. Ada yang bisa menggunakan sistem isyarat bahasa indonesia (SIBI) dan menggunakan bahasa lokal.

Perempuan 23 tahun itu mengaku kesulitan berkomunikasi menggunakan bahasa lokal dan SIBI. Akan tetapi, lambat laun dia memahami bahasa isyarat yang disampaikan anak didik.

Kepala SLB Negeri Sampang Tatang Irwanto mengatakan, di sekolah yang dia pimpin ada sepuluh guru yang sudah PNS, tiga GTT, dan tiga PTT. ”Idealnya di SLB ini ada 35 guru,” ucapnya.

(mr/*/hud/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia