Rabu, 17 Oct 2018
radarmadura
icon featured
Politik Pemerintahan

Parjuga, Rajja, dan Bajjra Bersama Ra Baddrut

Rabu, 26 Sep 2018 00:10 | editor : Abdul Basri

Parjuga, Rajja, dan Bajjra Bersama Ra Baddrut

PAMEKASAN – H. Baddrut Tamam dan Raja’e langsung tancap gas usai dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan. Ada tiga fokus yang mereka janjikan melalui visi dan misi saat berkampanye lalu.

Yakni, Parjuga (daya saing sumber daya manusia), Rajja (infrastruktur), Bajjra (daya beli dan kesejahteraan). Ketiga fokus kerja itu kemudian dijelaskan secara terperinci. Mantan Ketua PMII  Korcab Jawa Timur menjelaskan terkait Parjuga. Dia menegaskan, fondasi utama dalam membangun semua masyarakat adalah SDM.

Dalam lima tahun ke depan, pasangan Ra Baddrut dan Raja’e akan meningkatkan kualitas SDM Pamekasan. Dengan demikian, masyarakat memiliki daya saing tinggi dan mampu bersaing dalam konteks regional, nasional, dan nasional.

Hal utama yang menjadi perhatian Ra Baddrut dalam mewujudkan masyarakat Pamekasan yang Parjuga adalah pendidikan. ”Data BPS 2017 menyebutkan, proporsi pendidikan di Kabupaten Pamekasan masih didominasi lulusan SLTP dengan jumlah persentase 79 persen,” ungkapnya.

Lalu lulusan SLTA hanya 16 persen. Sementara lulusan perguruan tinggi hanya 5 persen. Pendidikan merupakan media mobilitas vertikal paling efektif. Hal ini bukan hanya berdasarkan teori sosiologi, tapi dalam Islam sudah ditegaskan bahwa orang yang berilmu akan diangkat derajatnya oleh Allah.

Perihal pendidikan ini, kata Ra Baddrut, Pemkab Pamekasan akan hadir melalui bantuan langsung untuk pesantren, madrasah diniyah, insentif untuk ustad dan guru ngaji, serta peningkatan kompetensi guru dan peningkatan sarana dan prasarana sekolah.

Pesantren harus mendapat perhatian lebih dari pemerintah. Kesejahteraan guru ngaji juga harus diperhatikan. Berikutnya harus ada akselerasi kompetensi guru serta peningkatan sarana di sekolah, yang harus dibarengi dengan perbaikan sistem pembelajaran di sekolah.

Selain itu, penyediaan beasiswa untuk anak kurang mampu di Pamekasan untuk menjamin keberlangsungan studi anak, serta memberikan kesempatan yang sama bagi anak Pamekasan.

Pilar kedua bagi terciptanya generasi Pamekasan yang Parjuga adalah kesehatan. Masyarakat Pamekasan harus mendapatkan layanan kesehatan berkualitas. ”Bagi yang tidak mampu, gratis berobat sampai sembuh. Ibu hamil dan ibu menyusui harus tercukupi asupan gizinya agar dapat melahirkan generasi yang sehat dan cerdas,” kata Ra Baddrut.

Dalam pemerintahan yang dipimpin pasangan Berbaur ini akan disiapkan aplikasi Android. Aplikasi tersebut bisa dimanfaatkan untuk melaporkan keberadaan warga sakit. Dengan laporan itu, ada petugas yang menjemput dan berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. Aplikasi Android serupa juga disiapkan untuk ibu hamil yang hendak melahirkan. ”Aplikasi itu kami beri nama e-rembik,” katanya.

Ra Baddrut mengatakan, demi meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Pamekasan, akan  mendorong dan membantu desa memiliki ambulans gratis untuk melayani warga. Pemerintah juga menyiapkan insentif untuk tenaga kesehatan, bidan desa, dan kader posyandu. Tujuannya, agar mereka dapat memberikan layanan kesehatan berjalan dan jemput bola ke rumah-rumah penduduk.

Selain mewujudkan masyarakat yang Parjuga, alumnus Pondok Pesantren Bata-Bata Pamekasan ini juga akan mewujudkan Pamekasan Rajja. Dijelaskan, Pamekasan Rajja yakni, semua kondisi di mana tata kota indah dan cantik, wajah kantor-kantor pemerintahan sejuk dan jauh dari kesombongan. Serta, yang utama adalah infrastruktur jalan, irigasi lahan pertanian, jembatan maupun infrastruktur lainnya dalam kondisi mantap.

”Kami akan libatkan masyarakat menjaga dan mengawasi jalan dan jembatan yang rusak, dengan cara melaporkan kondisi jalan rusak melalui aplikasi Android, yang kelak kami sebut dengan e-lorong,” tegasnya.

Menurut Ra Baddrut, infrastruktur merupakan salah satu prasyarat penting dalam upaya pembangunan ekonomi dan peningkatan daya saing dan daya beli masyarakat. Karena itulah, infrastruktur menjadi agenda penting dan utama dalam pemerintahannya nanti.

Pamekasan memiliki banyak potensi luar biasa. Sebut saja pada sektor pertanian, kata Baddrut, Pamekasan memiliki padi sawah, padi ladang, tembakau, jagung, dan kelapa, yang semua merupakan komoditas basis di Pamekasan. Tembakau Pamekasan 14 persen lebih berkontribusi terhadap produksi Jawa Timur.

Di sinilah, kata Ra Baddrut, negara harus hadir. Pemkab harus hadir menjadi perantara antara petani dan pelaku usaha. Kehadiran pemkab ini sekaligus memendekkan mata rantai distribusi ekonomi.

Kemudian, lanjut Ra Baddrut, ada banyak potensi di sektor pariwisata. Pamekasan tidak kalah menariknya dari kabupaten lain di Madura. Pamekasan memiliki destinasi wisata kawasan pesisir. Apabila dikelola dengan baik, akan mendatangkan banyak manfaat untuk masyarakat.

”Pamekasan juga punya Api Tak Kunjung Padam, serta kawasan-kawasan perdesaan yang dapat menjadi destinasi wisata baru di Pamekasan, selain destinasi wisata religi,” lanjut Ra Baddrut.

Untuk meningkatkan daya saing pariwisata, Pemkab Pamekasan harus bekerja sama dengan pelaku usaha pariwisata. Pemkab Pamekasan, lanjutnya, harus berkonsentrasi memperbaiki sarana dan prasarana serta kebijakan terkait pariwisata.

”Promosi dan bagaimana menggaet wisatawan bisa bekerja sama dengan pihak ketiga, seperti guide, atau travel,” tandas sekretaris DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur ini.

(mr/pen/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia