Jumat, 19 Oct 2018
radarmadura
icon featured
Madura Events

Seminar Tujuh Keajaiban Rezeki Digelar

Sabtu, 22 Sep 2018 19:17 | editor : Abdul Basri

PEDULI: Presiden ACT Ahyudin (rompi hitam) menyerahkan satu unit sementara secara simbolis kepada warga Lombok pada peresmian ICS Selasa (18/9).

PEDULI: Presiden ACT Ahyudin (rompi hitam) menyerahkan satu unit sementara secara simbolis kepada warga Lombok pada peresmian ICS Selasa (18/9). (ACT FOR radarmadura.id)

SUMENEP – Aksi Cepat Tanggap (ACT) menggelar seminar bertajuk Tujuh Keajaiban Rezeki hari ini (22/9). Acara yang dihadiri oleh motivator bisnis Ippho Santosa itu akan berlangsung di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Sumenep mulai pukul 08.00–selesai. Acara tersebut grastis untuk umum.

Head of Marketing Communication ACT Jawa Timur Diki Taufik Sidiq menjelaskan, seminar ini digelar sebagai bentuk apresiasi atas dukungan penuh warga Sumenep terhadap program ACT di Lombok. Berkat kepedulian masyarakat Sumenep hingga akhirnya ACT membuat gerakan sosial hastag #SumenepBersamaLombok.

”Melalui seminar Tujuh Keajaiban Rezeki, Ippho Santosa besok (hari ini, Red), ACT ingin mengenalkan atau menginformasikan lebih dekat tentang kondisi dan program ACT yang ada di Lombok,” kata Diki Jumat (21/9).

Pada Minggu (19/8), ACT resmi memulai pembangunan kompleks Integrated Community Shelter (ICS) di Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Sebulan kemudian, ICS telah rampung dan resmi diluncurkan untuk pengungsi Lombok. Peresmian ICS dihadiri Presiden ACT Ahyudin beserta Bupati Lombok Utara Dr. H Najmul Akhyar pada Selasa (18/9). Turut hadir Ustad Bachtiar Nasir, Ustad Fadlan Garamatan, dan Ustad Bobby Herwibowo.

Dalam sambutannya kala itu, Ahyudin menyampaikan, peresmian ICS di Desa Gondang itu bukan akhir pekerjaan. Melainkan babak baru penanganan pascagempa Lombok. Dalam rangkaian pascabencana, itu tanda peralihan dari ”Penyelamatan Kehidupan” ke ”Pembangunan Kehidupan”.

”Sesuai namanya, Integrated Community Shelter dimaksudkan sebagai penanganan komunitas penyintas bencana secara terpadu. ACT mengolaborasikan potensinya dalam pengelolaan pemberian pertolongan. Karena Allah berbuat total dalam mengurus hamba-hambanya, kita juga tidak setengah-setengah menangani krisis kemanusiaan, termasuk dalam kebencanaan ini,” papar Ahyudin.

Sementara itu, Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar mengajak setiap keluarga terdampak gempa menanamkan semangat untuk bangkit kembali. ”Mari kita bersama mengucapkan dalam doa-doa kita bahwa Lombok Utara bangkit, Lombok Utara bisa bangun kembali. Melalui musibah ini, Allah meminta kita untuk bermimpi lebih hebat lagi daripada mimpi yang kemarin. Mimpi untuk membangun Lombok Utara,” ujarnya. 

Najmul pun mengucapkan terima kasih kepada setiap lembaga yang mampu menghimpun amanah yang luar biasa, salah satunya ACT. Amanah yang dititipkan ke ACT adalah sumber daya luar biasa. Dari umat dan kembali untuk umat. Kecepatan ACT dalam merespons bencana gempa Lombok ini pun luar biasa. ”Semoga bisa jadi teladan bagi lembaga lainnya dan pemerintah sendiri,” tuturnya. 

Satu hal yang membuat Najmul Akhyar mengaku penuh dengan rasa syukur pada Selasa (18/9) yaitu bisa melihat hunian-hunian baru ICS ditempati, rumah baru yang layak untuk para pengungsi. ”Hari ini, apa yang saya syukuri adalah rumah bapak dan ibu di sini sudah lebih hebat dari rumah saya. Ini berkah yang luar biasa. Saya kalau malam masih harus kembali pulang ke tenda. Rumah saya masih tenda. Beda dengan rumah bapak dan ibu yang sudah tinggal di hunian terintegrasi ACT ini. Alhamdulillah,” tegasnya. 

Usai meresmikan ICS, sejumlah tokoh yang hadir diajak mengelilingi seluruh kompleks ICS. Rombongan melihat rupa hunian, masjid, sekolah darurat, ACT Humanity Store, dan Warung Wakaf dalam satu kompleks ICS. Kompleks ICS menyediakan 224 unit shelter untuk 224 keluarga pengungsi. Kompleks hunian terpadu ini juga dilengkapi fasilitas umum seperti masjid, MCK umum, dapur umum, sekolah, taman bermain, sekretariat ICS, serta klinik kesehatan untuk pengungsi.

Ketika menilik kompleks ICS, Ustad Bachtiar Nasir memuji karya nyata ACT dan masyarakat Indonesia untuk membantu memulihkan Lombok. Bachtiar juga mengajak semua elemen pengusaha, komunitas, dan masyarakat yang mampu untuk membantu Lombok bersama ACT. 

Kepala Cabang ACT Jawa Timur Ponco Sri Ariyanto menyampaikan, di kompleks ICS juga terdapat sarana untuk membangun perekonomian pengungsi. ”Kami juga membangun Warung Wakaf dan ACT Humanity Store,” katanya.

Bekerja sama dengan Global Wakaf, Warung Wakaf merupakan unit usaha untuk para pengungsi yang pengelolaannya ditopang dari dana wakaf yang disalurkan melalui Global Wakaf. Hasil pengelolaan Warung Wakaf di ICS ini akan digunakan untuk mengurus biaya operasional masjid pengungsi di ICS.

ACT Humanity Store merupakan layanan gratis untuk pengungsi. Pengungsi bisa mendapatkan sembako untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka. Lebih 3.500 keluarga pengungsi yang bisa menikmati fasilitas ini. ”Pengungsi kami beri Humanity Card. Dengan kartu ini, mereka bisa berbelanja di ACT Humanity Store tanpa perlu mengeluarkan biaya,” tambah Ponco.

Baik Warung Wakaf maupun ACT Humanity Store turut dibuka untuk umum berbarengan dengan peresmian ICS. Peresmian kompleks ICS ini pun ditandai dengan penandatangan prasasti oleh Presiden ACT Ahyudin serta pemberian kunci shelter secara simbolis kepada pengungsi di ICS.

”ACT bersama Anda dengan ICS menyelamatkan kehidupan. Dengan AHS (academic health system, Red), kita menyempurnakan ikhtiar penyelamatan, menopang program membangun kehidupan. Indonesia Bersama Lombok, Dunia Bersama Lombok,” ujar Ahyudin.

Sebelumnya, ICS juga telah dibangun untuk korban bencana di Padang, Sumbar; korban longsor di Banjarnegara, Jateng; dan pengungsi Rohingya yang terdampar di Lhokseumawe, Aceh, pada 2015.

(mr/mam/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia