Senin, 17 Dec 2018
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal
Pencurian Daya Listrik Marak

PLN Temukan Ratusan Pelanggan curang

15 September 2018, 08: 05: 59 WIB | editor : Abdul Basri

PLN Temukan Ratusan Pelanggan curang

SAMPANG – Sejak Januari hingga bulan ini, PT PLN (Persero) Rayon Sampang menemukan 166 pelanggan menambah daya listrik secara ilegal. Mereka sudah diberi teguran dan harus membayar denda. Jika tetap mengabaikan, petugas PLN akan membongkar kWh meter secara paksa.

Manajer PT PLN (Persero) Rayon Sampang Slamet mengatakan, pelanggan listrik di Kota Bahari berjumlah  86.475 orang. Sebanyak 166 pelanggan di antaranya menambah daya listrik tanpa izin PLN. Tindakan itu jelas melanggar Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan.

Menambah atau mengubah daya listrik merupakan hal pelanggaran dan bisa dikenai sanksi.  ”Kami banyak menemukan pelanggan yang berlangganan 450 volt ampere (VA). Tapi, yang terpasang 2.200 VA. Dari 166 pelanggan ada yang ditarik denda, ada juga yang langsung ditertibkan,” paparnya Jumat (14/9).

 Dia menjelaskan, penambahan daya secara ilegal dibagi menjadi beberapa kategori. Yaitu, kategori P1, P2, P3, dan P4. Kategori P1 adalah pelanggan memengaruhi batasan besaran daya listrik. Misalnya, batasan hanya 900 VA diubah menjadi 1.300 VA. P2 memengaruhi pengukuran energi, contohnya tutup meteran atau kWh meter dibuka dan dilubangi.

P3 bersifat memengaruhi energi dan besaran daya. Sedangkan P4 adalah pelanggan yang tidak ada kontraktual dengan PLN atau bukan pelanggan, tetapi nyantol.  Di Sampang banyak yang melanggar P1 dan temuan itu didapatkan setelah dilakukan operasi penertiban pengguna tenaga listrik (P2TL). ”Pemasangan listrik liar paling banyak di wilayah pelosok dan di los Pasar Srimangunan,” katanya.

Temuan pelanggaran tersebut segera ditindaklanjuti dengan mengirimkan surat teguran kepada pelanggan dan meminta agar bisa segera membayar sanksi administrasi. Namun, jika dalam jangka waktu 24 jam pelanggan tidak merespons dan menyelesaikan sanksi tersebut, pihaknya akan  membongkar meteran serta kabel listrik di rumah itu.

 Selain itu, pihaknya akan memberikan sanksi kepada pemilik rumah yang melakukan kecurangan. Sanksi tersebut berupa denda dengan besaran listrik yang sudah dipakai selama pemilik rumah meningkatkan daya listrik secara ilegal.

Pihaknya meminta masyarakat atau pelanggan tidak menambah daya listrik secara ilegal. Sebab, pihaknya rutin memonitor atau memeriksa kWh meter pelanggan. Apabila ditemukan pelanggan yang melanggar ketentuan, tim segera  melakukan penertiban.

 ”Tim yang melakukan penertiban terdiri atas petugas PLN, polisi-TNI, dan satpol PP. Kami harap tidak lagi ada pelanggan yang melakukan hal yang sama,”  harapnya

Mantan manajer PT PLN (Persero) Rayon Sumenep itu mengimbau kepada masyarakat yang ingin menambah daya listik agar berkoordinasi dengan PLN. Kemudian, akan ditindaklanjuti dengan mengecek atau menyurvei kelayakan instalasi listrik dan pemakaian di luar kapasitas di rumah tersebut. 

(mr/nal/onk/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia