Jumat, 19 Oct 2018
radarmadura
icon featured
Madura Events

JPRM dan Disdik Sampang Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Dorong Tenaga Pendidik Gemar Menulis

Kamis, 13 Sep 2018 12:10 | editor : Abdul Basri

SATU MEJA: Direktur JPRM Abd. Aziz bersama kru menggelar rapat bersama Kepala Disdik Sampang Jupri Riyadi didampingi sekretaris dan Kabid Aula Mini Disdik Sampang.

SATU MEJA: Direktur JPRM Abd. Aziz bersama kru menggelar rapat bersama Kepala Disdik Sampang Jupri Riyadi didampingi sekretaris dan Kabid Aula Mini Disdik Sampang. (DARUL HAKIM/radarmadura.id)

SAMPANG – Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang terus melakukan upaya untuk meningkatkan prestasi guru melalui dunia tulis-menulis. Apalagi, Sampang sudah ditetapkan sebagai kabupaten literasi. Bersama Jawa Pos Radar Madura (JPRM), instansi yang dipimpin H. M. Jupri Riyadi itu akan menggelar pendidikan dan pelatihan (diklat) menulis kepada guru.

Kepala Disdik Sampang H. M. Jupri Riyadi mengatakan, kabupaten literasi ditetapkan oleh bupati pada Anugerah Guru Favorit 2018. Maka dari itu, pihaknya melakukan upaya agar guru dan murid gemar menulis. Dengan gemar menulis, diharapkan guru selalu meningkatkan kapasitas kelimuan.

”Orang gemar menulis itu berarti gemar berpikir. Tanpa berpikir tidak mungkin bisa menulis,” ujarnya usai mengadakan rapat bersama pimpinan JPRM  Rabu (12/9).

Jupri mengungkapkan, guru-guru di Sampang punya potensi menulis. Terbukti, beberapa guru sudah menelurkan buku. Disdik mengapresiasi tawaran JPRM untuk melakukan kerja sama diklat menulis bagi guru. Utamanya, guru penerima tunjangan profesi pendidik (TPP).

”Kami sangat mendukung dan memfasilitasi kerja sama antara PGRI dan JPRM dalam rangka pendidikan dan pelatihan menulis ini. Kami akan mendorong guru-guru untuk ikut diklat tersebut. Karena manfaatnya sangat besar,” paparnya.

”Bukan saja meningkatkan kapasitas, tapi untuk kenaikan pangkat dan juga dalam rangka peningkatan profesionalisme guru itu sendiri,” imbuhnya.

Dari diklat ini diharapkan semakin banyak guru-guru yang membuat buku-buku agar dapat mengisi perpustakaan di sekolah. Selama ini perpustakaan di sekolah berisi buku dari tulisan orang lain. Padahal, Sampang punya guru yang bisa menulis. Jupri lebih bangga jika yang dibaca murid dan guru itu karya dari guru kita sendiri.

”Kami selaku kepala dinas pendidikan mendorong dan mengapresiasi kerja sama antara JPRM dan PGRI untuk melaksanakan diklat pendidikan latihan menulis bagi guru,” tegasnya.

Dia juga berharap tulisan artikel guru dimuat di rubrik pendidikan JPRM. Dengan begitu, karya dan pemikiran mereka dibaca pembaca JPRM. ”Bahkan, ke depan target saya, tulisan artikel guru-guru di Sampang bukan saja dimuat di Radar Madura, tapi di Jawa Pos, sehingga bisa dibaca orang secara nasional,” harap Jupri.

Direktur JPRM Abd. Aziz mengatakan, kerja sama tentang pelatihan guru menulis ini dalam rangka mendukung program Bupati Sampang yang sudah ditasbihkan sebagai kabupaten literasi. Program ini dimaksudkan meningkatkan pengetahuan dan semangat kepada guru untuk menulis. ”Bukan hanya karya tulis populer, tapi bisa membuat jurnal ilmiah,” ujarnya.

Aziz berharap kerja sama dengan Disdik Sampang bisa bermanfaat kepada guru dan meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Bahari. ”Dunia pendidikan di Sampang supaya lebih maju,” harapnya.

Pada kesempatan itu Aziz didampingi GM JPRM Moh. Tojjib, Kepala JPRM Biro Sampang Hendriyanto, Kepala Event Moh. Sugiyanto, dan Koordinator Pemasaran Gatot S. Tomo. Selain Kadisdik Jupri, mereka ditemui sekretaris, semua Kabid, beserta guru penulis di Sampang sekitar pukul 13.00 di aula mini Disdik Sampang.

(mr/rul/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia