Rabu, 17 Oct 2018
radarmadura
icon featured
Madura Events

Masyarakat Antusias Ikuti Seminar Nasional

Senin, 30 Jul 2018 14:31 | editor : Abdul Basri

SUKSES: Direktur JPRM Abd. Aziz, Hijabi Madura beserta panitia berfoto bersama Marissa Haque dan Prof. Dr. Umi Dayati di Gedung Serbaguna Pamekasan.

SUKSES: Direktur JPRM Abd. Aziz, Hijabi Madura beserta panitia berfoto bersama Marissa Haque dan Prof. Dr. Umi Dayati di Gedung Serbaguna Pamekasan.

PAMEKASAN – Seminar Nasional dalam rangka memperingati HUT Ke-19 JPRM berlangsung sukses Minggu (29/7). Ratusan guru memadati Gedung Serbaguna Pemakasan, tempat berlangsungnya acara.

JPRM mendatangkan dua pemateri ternama. Marissa Haque dan Prof. Dr. Umi Dayati. Kedua pemateri membahas tentang cara mendidik anak di era milenial. Tema yang diusung adalah ”Sinetron dan Gadget Sumber Kenakalan Remaja?”.

Marissa Haque menjelaskan secara gamblang tentang cara mendidik anak di era milenial sekaligus tantangannya. Sebagai artis, dia mengetahui betul bagaimana perkembangan media atau gadget saat ini.

”Masyarakat saat ini begitu akrab dengan gadget. Dapat dipastikan setiap individu memilikinya. Tidak hanya satu, tapi bisa lebih,” katanya.

Namun, jika tidak selektif, bisa berdampak negatif. Khususnya bagi generasi muda atau generasi milenial. ”Harus disikapi dengan bijak. Orang tua harus lebih pintar dari anak-anak,” jelasnya.

Orang tua juga harus mampu menguasai dan peka terhadap perkembangan teknologi, seperti beberapa aplikasi yang tersedia di gadget. Jika tidak, mereka sulit untuk mengontrol fungsi gadget yang dipegang anak-anak. ”Hal itu berpotensi bisa disalahgunakan,” ujarnya.

Tentu hal itu akan berdampak negatif terhadap perkembangan anak. ”Meskipun berkumpul, anak dengan orang tua terasa jauh. Itu harus disadari oleh orang tua. Maka, harus saling mengingatkan di antara keluarga,” terangnya.

Sementara itu, Umi Dayati menerangkan, untuk mendidik anak di era milenial, seorang guru atau orang tua harus mampu menjadi teladan. Jika tidak, karakter anak sulit ditempa.

”Jangan berharap anak rajin salat, kalau orang tuanya tidak salat. Jangan harapkan anak puasa, kalau orang tuanya tidak puasa,” terangnya. ”Intinya, guru dan orang tua harus mampu memberikan contoh,” sambungnya.

Yang cukup disayangkan, kata Umi Dayati, banyak orang tua atau guru tidak bisa menjadi teladan bagi anak-anak. Malah, ada di antara mereka menjadi pelaku dari kenakalan. Padahal, anak-anak perlu didik degan hati dan contoh yang baik.

”Ironisnya, sekarang bukan hanya anak yang nakal, tapi orang tuanya juga nakal,” ungkap dia.

Kepala JPRM Biro Pamekasan Sari Purwati berterima kasih kepada semua pihak yang ikut menyukseskan kegiatan tersebut. Khususnya kepada pemateri yang telah berkenan hadir memenuhi undangan.

”Kami ucapkan terima kasih pada Disdik Pamekasan, peserta, dan pihak-pihak terkait yang mendukung kegiatan ini,” katanya.

Untuk diketahui, acara tersebut diawali sambutan Direktur JPRM Abd Aziz. Kemudian,  Asisten Administrasi Umum Setkab Pamekasan Yudistinah mewakili Pj Bupati Fattah Jassin sekaligus membuka acara.

Setelah itu, dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng HUT Ke-19 JPRM dan Hijabi Madura Ke-6. Pemotongan tumpeng pertama oleh Direktur JPRM Abd. Aziz diberikan kepada Asisten Administrasi Umum Setkab Pamekasan Yudistinah.

Lalu, potongan tumpeng kedua oleh Ketua Hijabi Madura Amelia Zahri dan diberikan kepada penasihat Hijabi Maduara Anni Syafii. Setelah itu, pemberian cenderamata kepada pemateri oleh GM JPRM Moh. Tojjib dan penyampaian kilas potret pendidikan oleh Kepala Disdik Pamekasan Moch. Tarsun.

JPRM juga menggelar kegiatan sosial berupa pengobatan kesehatan gratis bekerja sama dengan Jasa Raharja. Juga, digelar donor darah bekerja sama dengan PMI Pamekasan. 

(mr/sin/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia