Rabu, 17 Oct 2018
radarmadura
icon featured
Ekonomi Bisnis

Mahasiswa UMM  Ciptakan Mesin Cuci Gowes tanpa Listrik

Selasa, 26 Jun 2018 15:56 | editor : Abdul Basri

KREATIF DAN MENGINSPIRASI: Arfian bersama tim Mesin Cuci Gowes.

KREATIF DAN MENGINSPIRASI: Arfian bersama tim Mesin Cuci Gowes. (UMM FOR Radar Madura/JawaPos.com)

MALANG – Pemakaian listrik pada mesin cuci membuat pengeluaran rumah tangga semakin tinggi. Hal ini menggugah sekelompok mahasiswa Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menciptakan Mesin Cuci Gowes.

Sembari menempuh mata kuliah Pengembangan Produk untuk membuat satu karya, salah satu kelompok yang diwakili oleh Arfian Sinatrya Darussalam berhasil membuat alat baru dengan memodifikasi berbagai peralatan lama.

Di bawah bimbingan dosennya, Muhammad Lukman, kelompok ini manfaatkan mesin cuci rusak yang sudah tidak dipakai lagi lalu menggabungkannya dengan sepeda. Inovasi yang dilakukan Arfian dan delapan orang anggota kelompoknya ini memberikan solusi, khususnya bagi ibu rumah tangga untuk memudahkan mencuci baju dengan biaya yang relatif murah.

Mesin ini dibuat dengan memanfaatkan beberapa bagian rangka yang dirangkai dengan semacam gir untuk memutar bagian dalam mesin cuci. Mengandalkan kaki untuk menggowes sepeda, alat ini cukup mudah digunakan.

Pengerjaan memakan waktu sekitar tiga bulan. Proses penyempurnaan terus dilakukan mulai dari riset hingga produksi. ”Ke depannya kami ingin membuat mesin cuci gowes yang lebih baik dan lebih baik lagi,” kata Arfian penuh semangat.

Saat ini, mesin cuci gowes masih dipakai secara pribadi oleh Arfian dan teman-temannya di kos. Setelah unjuk gigi digelar produk universitas, mesin ini akan diikutkan PKM (Program Kreativitas Mahasiswa). Mereka pun berharap, kelak mesin ini dapat dikomersialkan.

Mata kuliah Pengembangan Produk menjadi awal dari mahasiswa menghasilkan suatu karya, baik memodifikasi yang sudah atau membuat karya baru yang belum pernah ada sebelumnya. Hal ini ditegaskan Sekretaris Prodi Teknik Industri Dian Palupi Restuputri.

”Keterampilan jurusan teknik industri, salah satunya adalah membuat suatu produk yang nantinya dapat diaplikasikan, baik untuk dunia industri maupun masyarakat,” jelasnya Sabtu (23/6).

(mr/*/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia