Rabu, 12 Dec 2018
radarmadura
icon featured
Pamanggi
SUARA SANTRI

Sutradara dari Pesantren

oleh: Paisun*

18 Juni 2018, 12: 10: 38 WIB | editor : Abdul Basri

Sutradara dari Pesantren

MENONTON film-film pendek karya WANT Production dan DAQU Movie, seketika terpikir akan pentingnya pegiat film dari pesantren. Kenapa? Pesantren adalah gudang ilmu pengetahuan dan kebajikan.

Di pesantren juga ada banyak teladan yang sebenarnya harus diketahui banyak orang untuk dicontoh dalam kehidupan keseharian. Mulai dari kehidupan sehari-hari santri yang penuh kesederhanaan, kemandirian santri, tradisi ibadah, diskusi yang kerap melahirkan perbedaan pendapat, perilaku keseharian santri yang penuh dengan humor, dan hal-hal lain yang belum banyak khalayak tahu tentang kehidupan pesantren. Untuk memberitahu mereka, tentu saja perlu cara tersendiri. Salah satunya melalui film.

Kita tahu, di era digital ini, masyarakat lebih senang menjadi penonton ketimbang pembaca yang baik. Apalagi, penyebaran konten digital dapat dilakukan dengan mudah. Seiring semakin canggihnya gadget dan kian banyaknya media berbagi video di dunia maya. Dengan sekali klik, satu video dapat disebar kepada banyak orang.

Film saat ini tak harus diputar di bioskop dan atau diputar di video player. Film yang dibagikan di Youtube misalnya dapat ditonton dan diunduh oleh banyak orang yang tertarik, sehingga lebih mudah tersebar ke khalayak luas.

Penyebaran nilai-nilai kebaikan dan hal positif dalam bentuk film penting khususnya untuk anak muda kita. Selama ini, anak-anak muda kita banyak belajar dari film dan sinetron yang kurang asupan nilai keagamaannya. Yang banyak justru adalah film dan sinetron penyebar perilaku dan budaya negatif yang tidak layak ditiru oleh anak muda.

Anak muda kita, melalui sinetron dan film, justru diajak untuk pacaran, tawuran, memusuhi orang tua, dan sikap-sikap negatif lainnya. Nilai-nilai positif semakin jarang kita temukan, khususnya dalam sinetron-sinetron yang tayang di beberapa stasiun TV swasta Indonesia.

Untuk itulah, di sinilah saya kira anak-anak muda kita perlu diberi tontonan yang lebih ”bergizi” dan bermanfaat untuk mereka, yang sekiranya dapat membentuk karakter mereka menjadi lebih baik lagi. Salah satu bentuk tontonan tersebut adalah sajian film-film pendek kreatif yang menyentuh.

Namun, dalam beberapa kasus, untuk mengejar tontonan yang ”bergizi”, malah terlalu kaya akan nasihat dan arahan: menggurui penontonnya. Tontonan demikian, justru akan ditinggalkan oleh penontonnya. Tontonan yang ”bergizi” adalah tontonan yang pesan-pesannya tersirat dan tersampaikan dengan baik, tanpa kehilangan esensi tontonan sebagai sebuah hiburan. Hal itu tergantung dari kelihaian sang sutradara dalam menyajikan tontonan yang demikian.

Karena itu, pesantren perlu menggarap ini dengan serius sebagai salah satu media dakwah kepada masyarakat, khususnya anak muda agar tidak tersesat di jalan yang salah. Di era modern ini, pesantren juga perlu memanfaatkan cara-cara modern dalam menyampaikan dakwah kepada masyarakat. Hal ini selaras dengan apa yang dicontohkan Wali Sanga kepada kita.

Saat itu, seni tradisi seperti ludruk, topeng, dan lainnya sangat digandrungi masyarakat. Karena itu, Wali Sanga kemudian menjadikan seni tradisi itu sebagai media dalam menyampaikan dakwah.

Kita membutuhkan sutradara-sutradara andal untuk membuat film berkualitas dan berkarakter pesantren. Sutradara yang memang memahami dunia pesantren luar dalam, sehingga tidak menimbulkan persepsi yang salah tentang pesantren, sebagaimana yang terjadi selama ini. Film pesantren harus dibuat oleh anak muda pesantren yang memiliki kreativitas.

Tentu saja hal itu tidaklah instan. Pesantren perlu mendukung pembibitan sutradara dari pesantren dengan melakukan kerja sama dengan komunitas pembuat film pendek untuk memberikan pelatihan kepada santri yang berminat. Saya kira inilah langkah awal yang bisa dilakukan oleh pesantren. 

*)Sekretaris LP2M Institut Ilmu Keislaman Annuqayah.

(mr/*/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia