Senin, 10 Dec 2018
radarmadura
 
icon featured
Resensi

Sumbangan Islam untuk Peradaban Dunia

Minggu, 18 Feb 2018 19:45 | editor : Abdul Basri

Sumbangan Islam untuk Peradaban Dunia

KETIKA umat Islam saat ini tak berada di baris terdepan dalam kancah peradaban dunia, ada orang yang tidak tahu bahwa peradaban Islam telah ikut memberikan sumbangan besar bagi peradaban dunia. Catatan sumbangan peradaban Islam telah tercatat dalam buku-buku sejarah. Tapi, kadang akses yang terbatas membuat hal ini kurang tersebar, bahkan di kalangan umat Islam sendiri.

Buku ini menyajikan beberapa sumbangan penting peradaban Islam dalam kemasan yang dirancang untuk anak-anak dan remaja. Ada 12 tema atau fokus khusus yang dipilih di antara berbagai sumbangan peradaban Islam yang tersaji dalam buku ini.

Pada bagian pertama, penulis buku sekaligus ilustrator yang memang fokus pada penerbitan buku anak-anak ini memberikan pemaparan singkat tentang peradaban Islam. Selain uraian kronologi singkat tentang peradaban Islam, Barnard juga memberikan penjelasan tentang dorongan Islam untuk mencari pengetahuan sehingga umat Islam sejak awal sejarahnya telah mulai menyelami khazanah ilmu yang berasal dari peradaban lain.

Untuk menjelaskan jejak peradaban muslim pada dunia saat ini, Barnard menuturkan bahwa buku yang kita baca, musik yang kita mainkan, kata-kata yang kita ucapkan, angka-angka yang kita hitung, makanan yang kita santap, dan sains yang menjadi landasan kehidupan kita memiliki unsur yang dipengaruhi oleh Islam.

Jejak peradaban Islam di antaranya terlihat pada penggunaan kertas. Saat ini, manusia menggunakan sekitar 300 juta ton kertas setiap tahun. Jejak penggunaan kertas secara masal ditemukan sejak era masyarakat Islam. Memang, penemu kertas adalah bangsa China pada sekitar abad ke-2 SM. Akan tetapi, Islam merupakan masyarakat pertama yang menghasilkan kertas secara masal. Di antara tandanya, pada pertengahan abad ke-9, Baghdad memiliki lebih dari seratus toko yang menjual kertas dan buku.

Peradaban kertas mendorong peradaban buku yang luar biasa sehingga bangsa muslim menjadi masyarakat pencinta buku. Salah seorang khalifah Abbasiyah, al-Mansur, mendirikan perpustakaan dan pusat penerjemahan yang luar biasa di Baghdad. Karena sudah berhasil membentuk peradaban kertas, pembudayaan buku memiliki sisi berbeda dengan Perpustakaan Alexandria yang legendaris di Mesir.

Saat Perpustakaan Alexandria dihancurkan pada 391 M, sebagian besar pengetahuan yang tersimpan di sana hilang. Sementara itu, saat bangsa Mongol menyerang Baghdad pada 1238, peradaban Islam sudah berhasil menyimpan dan menggandakan buku-buku di sana di kota-kota muslim lainnya seperti di Kairo, Damaskus, dan juga Kordoba.

Namun, peradaban Islam tidak hanya berkutat dalam dunia keilmuan yang bersifat teoretis. Peradaban Islam juga tercatat sebagai perintis sistem pelayanan kesehatan yang digunakan saat ini. Pelayanan kesehatan dalam bentuk rumah sakit dikembangkan oleh peradaban muslim setelah mereka menemukan model perawatan kesehatan di Persia. Sistem yang lebih rumit dalam pelayanan kesehatan, termasuk apotek dan sistem hierarki dan spesialisasi dalam tata kerja rumah sakit, lahir dari dunia muslim.

Dunia arsitektur juga tak lepas dari jejak peradaban muslim. Bahkan di dunia Eropa, jejak ini dapat kita temukan dengan mudah. Secara umum, bangsa muslim menggabungkan unsur-unsur arsitektur dari Mesopotamia dan Romawi kuno, yang kemudian ditiru oleh bangsa Eropa dan disebarkan seiring dengan kolonialisme ke berbagai penjuru dunia.

Bentuk konkret arsitektur yang dikembangkan masyarakat muslim adalah pelengkung runcing yang dibuat untuk mengurangi tekanan tembok sehingga memungkinkan mereka untuk membangun gedung yang lebih tinggi dengan lebih banyak ruang terbuka di dalam.

Hal lain yang disampaikan buku ini terkait dengan sumbangan peradaban Islam di bidang astronomi, pertanian, optik, mesin dengan mekanisme engkol dan tuas, dan juga musik.

Setiap pokok bahasan dalam buku ini disajikan dengan ilustrasi yang menarik. Selain itu, teks ide-ide pokok dicetak dengan warna yang berbeda sehingga memudahkan pembaca untuk memberi perhatian lebih pada bagian tersebut. Pemaparan juga melibatkan fakta-fakta kunci yang mendukung atas narasi yang disusun.

Meski ditujukan untuk anak-anak, buku ini memuat informasi yang sangat penting untuk diketahui pula oleh kalangan dewasa. Ada beberapa fakta unik yang relatif sulit untuk ditemukan di sumber yang lain yang tersaji dalam buku ini.

Buku ini membangun kesadaran kita bahwa peradaban dunia bagaimanapun dibentuk melalui proses bersama di antara berbagai unsur kebudayaan. Sumbangan peradaban muslim yang disampaikan dalam buku ini pun tentu saja tidak bisa dipandang sebagai sesuatu yang berangkat dari ruang kosong. Ia juga adalah lanjutan yang berkesinambungan dengan capaian peradaban masyarakat lain di era yang berbeda.

Buku ini adalah upaya untuk menanamkan wawasan dunia dan peradaban yang terbuka untuk anak-anak dan remaja sejak dini untuk membekali mereka kesadaran akan peradaban masa kini tempat mereka hidup. 

M. MUSHTHAFA

Dosen Institut Ilmu Keislaman Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep.

(mr/*/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia