Selasa, 19 Feb 2019
radarmadura
icon featured
Ekonomi Bisnis

Tingkat Konsumsi Ikan Laut Rendah, Pendapatan Pedagang Minim

07 November 2017, 20: 14: 25 WIB | editor : Abdul Basri

KAIS REZEKI: Pedagang ikan menunggu pembeli di Pasar Srimangunan, Sampang, Senin (6/11).

KAIS REZEKI: Pedagang ikan menunggu pembeli di Pasar Srimangunan, Sampang, Senin (6/11). (ZAINAL ABIDIN/Radar Madura/JawaPos.com)

SAMPANG – Sejak dua bulan terakhir, daya beli masyarakat di Kota Bahari mulai turun. Tingkat transaksi rendah. Khususnya dalam jual beli ikan laut. Hal itu diakui sejumlah pedagang ikan di Pasar Srimangunan Sampang Senin (6/11).

Mutiah, 56, seorang pedagang ikan laut menuturkan, daya beli masyarakat terhadap ikan laut berkurang. Biasanya setiap kali jual dia mengaku pendapatannya bisa mencapai Rp 600 ribu.  Namun saat ini dia hanya membawa pulang uang dagangan maksimal Rp 300 ribu.

Menurut dia, kondisi seperti itu sudah biasa terjadi. Mayoritas semua pedagang menjual ikan laut yang masih segar. ”Kami tidak paham kenapa bisa seperti ini. Padahal, harga ikan tidak mahal,” ucapnya.

Dia berharap, kondisi tersebut tidak berlangsung lama. Daya beli dan konsumsi masyarakat terhadap ikan laut bisa kembali normal. ”Mungkin ini ujian dari Allah. Kami harus tetap sabar, ikhtiar dan tawakal. Karena rezeki bisa datang kapan saja dan di mana saja,” tuturnya.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Perikanan Sampang, Eny Muharjuni mengatakan, kondisi tersebut karena tingkat konsumsi masyarakat di Kota Bahari terhadap ikan laut masih rendah. Dalam setiap tahun belum mencapai angka 25 kilogram per kapita. Sementara target konsumsi ikan nasional per tahun mencapai 33 kilogram per kapita.

Sebenarnya, kata dia, sudah ada peningkatan. Tapi, capaiannya belum maksimal. Misalkan pada 2014 tingkat konsumsi ikan masyarakat 24 kilogram per kapita, pada 2015 menjadi 24,54 kilogram per kapita. Kemudian, di 2016 naik 24,74 kilogram per kapita. ”Sedangkan tahun ini belum didata,” ujarnya.

Menurut dia, masyarakat Sampang lebih banyak mengonsumsi ikan yang hidup di air tawar  dibandingkan ikan di air laut. Padahal, ikan laut baik dikonsumsi. Di sisi lain, secara geografis, Sampang mempunyai potensi laut yang menjanjikan. Namun kesadaran masyarakat masih rendah untuk mengambil manfaat yang terkandung.

”Rendahnya tingkat konsumsi masyarakat terhadap ikan laut murni karena minimnya kesadaran. Apalagi, harga ikan laut cenderung mahal karena bergantung pada persediaan,” jelasnya.

(mr/nal/onk/han/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia