Kamis, 18 Oct 2018
radarmadura
icon featured
Bangkalan

PAD RSUD Syamrabu Minus Rp 37 Miliar

Rabu, 04 Oct 2017 13:51 | editor : Abdul Basri

LENGANG: Seorang perawat mendorong pasien yang dirawat di RSUD Syamrabu Bangkalan Selasa (3/10)

LENGANG: Seorang perawat mendorong pasien yang dirawat di RSUD Syamrabu Bangkalan Selasa (3/10) (VIVIN AGUSTIN HARTONO/Radar Madura/JawaPos.com)

BANGKALAN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syamrabu Bangkalan ditarget mampu memperoleh pendapatan asli daerah (PAD) hingga Rp 110.000.000.000 di tahun ini. Hingga 27 September, realisasinya mencapai 66,16 persen atau Rp 72.772.189.861. Dengan demikian, kekurangannya masih Rp 37.227.810.139.

Sejumlah pihak berharap PAD RSUD Syamrabu bisa mencapai target. Meski demikian, pelayanan kesehatan masyarakat tetap diutamakan. Bukan mengabaikan pelayanan demi mencapai target tersebut.

Sumber PAD dari rumah sakit pelat merah itu hanya mengandalkan biaya berobat pasien. Di antaranya, pasien yang berobat menggunakan BPJS Kesehatan, surat pernyataan miskin (SPM), dan pasien umum.

(SIGIT AP/Radar Madura/JawaPos.com)

Anggota  Komisi D DPRD Bangkalan Abdurrahman mengatakan, tidak mempermasalahkan capaian PAD RSUD Syamrabu kurang Rp 37 miliar. Sebab, semakin tinggi capaiannya, semakin banyak pula orang sakit.

Kendati begitu, Abdurrahman mendesak agar RSUD Syamrabu tetap memaksimalkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Artinya, meski mengejar target PAD, namun jangan sampai mengabaikan pelayanan prima.

”Ini dilema. Kalau banyak yang sakit, PAD akan meningkat. Tapi kalau yang sakit sedikit, PAD akan minim. Pelayanan harus tetap maksimal,” desaknya.

Sayanganya, Direktur RSUD Syamrabu Bangkalan Yusro tidak bisa memberikan tanggapan saat dikonfirmasi. Menurut salah seorang petugas, pimpinan RSUD sedang ada rapat. ”Tentang apa? WA saja. Sedang meeting,” kata Yusro singkat melalui pesan WhatsApp-nya.

(mr/bam/onk/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia