Senin, 25 Mar 2019
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Camat Labang Gagal Rebut Kursi DPMD

04 Agustus 2017, 19: 45: 11 WIB | editor : Abdul Basri

Kepala BKPSDA Bangkalan Moh. Gufron

Kepala BKPSDA Bangkalan Moh. Gufron (A. YUSRON FARISANDY/Radar Madura/JawaPos.com)

BANGKALAN – Camat Labang Mahfud harus mengurungkan ambisinya menjadi kepala dinas pemberdayaan masyarakat dan desa (DPMD). Sebab, dia tidak masuk dalam tiga nama terbaik lelang jabatan terbuka.

Panitia seleksi (pansel) lelang jabatan sudah memilih tiga nama terbaik yang akan disodorkan kepada Bupati Bangkalan Muh. Makmun Ibnu Fuad. Mereka adalah Sekretaris DPMD Mulyanto Dahlan, Kabid Pemberdayaan Lembaga Kemasyarakatan DPMD Ainur Ridlo, dan Sekretaris Kecamatan Burneh Hery Untoro.

Secara kepangkatan, Mahfud setara dengan Sekretaris DPMD Mulyanto Dahlan, yakni sama-sama eselon III A. Sementara Sekretaris Kecamatan Burneh Hery Untoro dan Kabid Pemberdayaan Lembaga Kemasyarakatan DPMD itu lebih rendah satu tingkat, eselon III B.

Ketua Pansel Lelang Jabatan Tahap II Moh. Gufron mengutarakan, seleksi lelang kali ini, semua berdasarkan tahapan. Jadi, tidak ada yang keluar dari aturan dan sesuai petunjuk Komisi ASN. Tiga nama terbaik yang nantinya akan disodorkan kepada bupati itu merupakan hasil seleksi yang sangat ketat dan terbuka.

”Nah hasilnya, camat Labang tidak lolos. Sementara, tiga pesaing yang lain menunggu keputusan bupati. Yang terpilih, dialah yang jadi kepala DPMD,” ujarnya Kamis (3/8).

Menurut Gufron, lelang sekarang ini tidak melihat pangkat. Yang terpenting peserta itu pejabat administrator. Jadi, meski camat Labang lebih tinggi satu tingkat dari sekretaris Kecamatan Burneh dan Kabid Pemberdayaan Lembaga Kemasyarakatan DPMD, itu tidak berpengaruh pada penilaian.

”Kalau dulu, ketika yang diperebutkan kursi kepala dinas, minimal satu tingkat lebih rendah, yakni eselon III A. Tapi, sekarang tidak berlaku,” katanya.

Karena itu, meski pangkat eselon III B, itu sah-sah saja dan boleh berkompetisi. Sebab, masih dianggap pejabat administrator. ”Makanya, kami tegaskan tidak ada yang menyimpang dari aturan,” tegasnya.

Kepala BKPSDA itu menyampaikan, gagalnya camat Labang maju ke tahap berikutnya itu berdasarkan akumulasi penilaian dari awal. Seleksi assessment-nya lebih rendah daripada peserta yang lain.

Sementara itu, Camat Labang Mahfud memilih irit bicara. Dia mengatakan, tidak masalah dirinya tidak lolos dalam lelang terbuka kali ini. ”Ya nggak apa-apa tidak lolos. Mungkin, yang terpilih itu yang terbaik,” ucapnya pasrah.

Terpisah, Ketua Komisi A DPRD Bangkalan Kasmu menyatakan, pada prinsipnya jangan sampai keluar dari aturan. Dia meminta pansel segera menyodorkan hasil lelang  jabatan kepada bupati.

”Ya, lihat saja nanti. Takutnya ada keluhan dari peserta yang tidak diloloskan. Tapi, sekarang belum ada,” katanya.

(mr/daf/fat/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia