Radar Madura

Ratusan Santri Sambut Ainur Ridho, Sang Juara Kompetisi Bahasa Mandarin
BERITA TERKAIT

PAMEKASAN – Ratusan santri Pondok Pesantren Maktab Nubdzatul Bayan Al-Majidiyah (Maktuba), Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, antusias menyambut Ainur Ridho Senin (19/6). Santri yang mayoritas remaja dan anak-anak itu tak sabar menunggu kehadiran sang juara nasional kompetisi bahasa Mandarin.

Saat tiba di pesantren, yang kali pertama didatangi Ainur Ridho ialah KH. Abdul Bayan, pengasuh Pondok Pesantren Maktuba. Dengan penuh takzim, remaja kelahiran Pamekasan, 25 Desember 2001 itu mencium tangan gurunya. Pemandangan tersebut menyedot perhatian ratusan santri.

(Baca: Ainur Ridho, Santri Maktuba Juara Kompetisi Bahasa Mandarin Nasional)

Kedatangan Ainur Ridho membuat keluarga besar pesantren bangga. Termasuk KH. Abdul Bayan yang memberikan apresiasi atas capaian prestasi santrinya itu. ”Alhamdulillah, meski belajar di pesantren dengan keterbatasan fasilitas, Ainur Ridho bisa berprestasi di tingkat nasional,” ujar KH. Abdul Bayan.

Apa yang dicapai Ainur Ridho jelas menginspirasi banyak pihak. Apalagi usianya masih muda. Dia belajar bahasa Mandarin masih berjalan sekitar dua tahun, tepatnya sejak Agustus 2015. Tetapi, ketekunan membuat dirinya mampu menguasai bahasa Negeri Tirai Bambu itu.

Dalam seminggu, Ridho belajar bahasa Mandarin selama dua hari. Yakni, Rabu dan Minggu mulai pukul 14.00–15.00. Setiap hari dia istiqamah menghafal kosa kata Mandarin. Setidaknya setiap 24 jam dia harus menghafalkan lima kosa kata baru.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar