Radar Madura

Penerapan Full Day School Masih Bermasalah

PAMEKASAN – Penerapan program lima hari sekolah atau yang biasa dikenal dengan full day school di Jawa Timur ditunda. Penundaan berdasar surat edaran dari Gubernur Jawa Timur Soekarwo tertanggal 16 Juni kepada bupati dan wali kota se-Jatim.

Menanggapi itu, Sekretaris Dewan Pendidikan Pamekasan Zainal Alim sepakat dengan keputusan Pakde Karwo. Menurutnya, penerapan full day school di beberapa daerah di Jatim, termasuk Kabupaten Pamekasan masih bermasalah.

Zainal mengungkapkan, program itu belum bisa diterima sepenuhnya oleh masyarakat Pamekasan. Sebab, selain mendaftarkan anak mereka di sekolah umum, kebiasaan orang tua murid di Pamekasan juga mendaftarkan anaknya di madrasah.

”Sepulang sekolah biasanya mereka istirahat dulu, lalu berangkat lagi untuk mendapat pendidikan agama di madrasah,” jelasnya Minggu (18/6).

Dia menilai, jika program lima hari sekolah dipaksakan untuk diterapkan, akan ada salah satu pendidikan yang ditinggalkan siswa. Sebenarnya Pamekasan memiliki sekolah yang sudah menerapkan sistem pembelajaran mirip full day school.

Bahkan, penerapannya sudah dilakukan jauh sebelum ada wacana full day school oleh pemerintah pusat. Hanya, penerapan sistem tersebut dilakukan oleh sekolah swasta. Sekolah swasta itu sudah mewajibkan siswanya untuk mengikuti pelajaran dari pagi hingga sore hari.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar