Radar Madura

Rumah Sakit Copot Infus Ririf Sebelum Meninggal

PAMEKASAN – Informasi pencopotan infus dari tangan Mohammad Nur Arifin, penderita hidrosefalus yang meninggal dunia di RSUD dr Soetomo bukan isapan jempol.  Manajemen rumah sakit mengakui pencopotan itu. Infus dibuka dipastikan bukan karena keluarga pasien belum melunasi pembayaran denda BPJS Kesehatan.

 

Jawa Pos Radar Madura (JPRM) terus menggali informasi dugaan pencopotan infus itu. Kali pertama, koran ini menghubungi Kepala Dinkes Jawa Timur Kohar Hari Santoso. Mantan Direktur Utama RSU dr Soedono Madiun itu mengaku, belum mengetahui insiden tersebut.

Dia meminta koran ini menghubungi langsung pihak manajemen rumah sakit. Atas bantuan Kohar, akhirnya JPRM bisa meminta klarifikasi langsung kepada manajemen rumah sakit pelat merah itu.

Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD dr Soetomo Joni Wahyuhadi mengaku, sudah meminta keterangan kepada dokter dan perawat yang menangani. Hasilnya, dibenarkan adanya pencopotan infus dari tangan Ririf –sapaan Mohammad Nur Arifin.

Dijelaskan, Rabu (14/6) sekitar pukul 12.00 tim medis mengambil sampel darah Ririf untuk dicek di laboratorium. Waktu itu, kondisi pasien masih bergerak aktif. Bahkan, bocah kelahiran 12 Desember 2014 itu menangis.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar